Bandung Bersiap Meledak! Persib Siapkan Pesta Juara Bersejarah, Trofi Akan Diangkat di Jantung Asia Afrika
Kamis, 21 Mei 2026 10:00
Reporter : Tim Digo.id
DigoID, - Bandung mulai memanaskan mesin euforia. Bahkan sebelum peluit akhir laga kontra Persijap Jepara dibunyikan, skenario pesta juara Persib Bandung musim 2025/2026 sudah disusun matang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama manajemen Persib bergerak cepat menyiapkan konvoi raksasa yang diprediksi bakal membanjiri jalanan Kota Kembang pada Minggu, 24 Mei 2026.
Bukan sekadar arak-arakan kemenangan biasa, konvoi kali ini disiapkan dengan konsep yang lebih megah, emosional, sekaligus sarat sejarah. Kawasan Asia Afrika dan Gedung Merdeka dipilih sebagai panggung utama perayaan. Di lokasi legendaris itu, trofi juara direncanakan diangkat langsung di hadapan lautan Bobotoh.
Atmosfer Bandung dipastikan berubah total jika Maung Bandung sukses mengunci gelar ketiga secara beruntun. Aroma pesta sudah terasa sejak rapat koordinasi digelar di Gedung Sate, Selasa (19/5/2026), yang melibatkan PT Persib Bandung Bermartabat, Polda Jabar, Kodam III/Siliwangi, Dishub, Dinkes, PMI hingga Pemkot Bandung.
Konvoi Persib Dimulai dari Gedung Sate, Bandung Diprediksi Lumpuh
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengungkapkan, konvoi akan dimulai sejak pagi dari parkiran barat Gedung Sate. Ribuan Bobotoh diperkirakan memadati seluruh jalur yang dilintasi rombongan Persib.
Rute konvoi disiapkan melewati sejumlah titik ikonik Kota Bandung:
* Jalan Banda
* Jalan Riau
* Jalan Merdeka
* Perintis Kemerdekaan
* Jalan Lembong
* Jalan Veteran
* Simpang Lima
* Jalan Asia Afrika
* Finis di depan Gedung Merdeka
“Jam 07.00 sudah siap berangkat dari sini, perkiraan waktu tempuh 3 sampai 4 jam,” ujar Erwan.
Durasi panjang itu diprediksi terjadi karena ledakan massa Bobotoh yang diperkirakan tumpah ruah di sepanjang jalan. Bandung berpotensi berubah menjadi lautan biru terbesar tahun ini.
Gedung Merdeka Dipilih, Balai Kota Ditinggalkan
Ada alasan kuat mengapa Persib memilih kawasan Asia Afrika sebagai titik puncak selebrasi. Selain lebih luas, lokasi tersebut dianggap punya ruh sejarah yang kuat bagi Bandung dan Jawa Barat.
“PT PBB yang mengusulkan, ada sejarah kita ingin melewati tempat-tempat sejarah yang selama ini menjadi simbol untuk Bandung dan Jawa Barat,” kata Erwan.
Balai Kota Bandung yang selama ini identik dengan pesta Persib justru ditinggalkan. Pemerintah menilai area tersebut tak lagi mampu menampung antusiasme Bobotoh yang terus membesar.
“Kalau di balai kota tidak memungkinkan dengan space yang kecil dan bisa merusak tanaman di sana. Tapi kalau di Asia Afrika depan Gedung Merdeka sangat strategis,” tegasnya.
Perubahan rute juga dipengaruhi kondisi kawasan Gedung Sate yang saat ini masih dalam tahap perbaikan.
Persib Tak Sekadar Konvoi, Tapi Pamer Sejarah Bandung ke Dunia
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut konvoi juara musim ini sengaja dirancang berbeda. Persib ingin menjadikan pesta juara sebagai etalase budaya dan sejarah Kota Bandung.
“Konvoi ini harus dijadikan momentum mengenalkan budaya Bandung dan titik bersejarah karena akan dinikmati banyak orang,” ujar Adhitia.
Tiga titik simbolik bakal menjadi sorotan utama dalam perjalanan konvoi, yakni Patung Sepak Bola, Titik Nol Bandung, dan Gedung Merdeka.
Yang paling menyita perhatian, Persib juga menyiapkan prosesi angkat trofi di atas JPO kawasan Asia Afrika. Para pemain rencananya akan mengangkat piala di titik tersebut sebelum berjalan kaki menuju pendopo.
Jika skenario itu benar-benar terjadi, Bandung bukan hanya merayakan gelar juara. Kota ini sedang menyiapkan salah satu pesta sepak bola terbesar dan paling ikonik dalam sejarah Persib Bandung.
