Persib Datang ke Parepare dalam Tekanan Besar, Bojan Absen, Igor: “Tak Ada Waktu Mengeluh”
Minggu, 17 Mei 2026 10:44
Reporter : Tim Digo.id
Bandung, 17 Mei 2026 — Persib Bandung tiba di titik paling rawan musim ini. Tinggal dua laga menuju garis akhir Super League, tekanan justru datang bertubi-tubi.
Sejumlah pemain inti absen, Bojan Hodak pulang ke Kroasia karena ibundanya meninggal dunia, sementara di depan mata sudah menunggu PSM Makassar dengan atmosfer panas Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (17/5/2026).
Tapi Persib memilih melawan keadaan, bukan meratapinya.
Asisten pelatih Igor Tolic menegaskan Maung Bandung datang ke Parepare bukan untuk mencari alasan. Ia memastikan seluruh pemain yang tersedia siap bertarung demi menjaga mimpi juara tetap hidup.
“Kami sudah memasuki akhir musim. Tinggal dua pertandingan lagi dan kami harus memenangkan semuanya,” kata Igor, Sabtu (16/5/2026).
Situasi Persib memang sedang tidak nyaman. Kehilangan Bojan di momen sepenting ini jelas bukan persoalan kecil.
Di saat tensi perebutan gelar makin liar, Persib justru harus tampil tanpa sosok utama di pinggir lapangan.
Belum lagi beberapa pemain pilar juga tak bisa dimainkan.
Namun Igor menolak menjadikan kondisi itu sebagai drama yang melemahkan tim.
“Tidak ada waktu untuk mengeluh. Semua pemain tahu tugasnya. Kami sangat dekat untuk membuat Bandung bahagia lagi,” tegasnya.
Kalimat itu terasa seperti alarm bagi seluruh skuad Persib. Sebab satu kesalahan di Parepare bisa mengubah seluruh arah musim.
PSM juga bukan lawan yang bisa diajak kompromi. Bermain di kandang terakhir musim ini, tim Juku Eja dipastikan tampil habis-habisan di depan suporternya sendiri. Stadion BJ Habibie diprediksi penuh dan bising sejak menit pertama.
Namun Persib menganggap tekanan itu bukan ancaman baru.
“Kami suka bermain di stadion penuh. Pemain hanya fokus pada pertandingan dan kemenangan,” ujar Igor.
Persib sadar persaingan juara musim ini kemungkinan baru selesai di pekan terakhir. Karena itu mereka tidak mau kehilangan poin sedikit pun di Parepare.
Hitungannya sederhana tapi brutal: sapu bersih dua laga tersisa atau bersiap melihat mimpi juara runtuh di akhir jalan.
“Kami masih menentukan nasib sendiri. Kami hanya perlu menang,” tutup Igor.
Malam nanti, Parepare bukan cuma soal tiga poin.
Itu ujian mental terakhir Persib sebelum menyentuh garis juara.
