digoNEWS

490 Warga Kabupaten Bandung Ikut KB Permanen, Mayoritas Sudah Punya Empat Anak Lebih

Kamis, 9 Juli 2026 pukul 06.00 WIB
29 views
490 Warga Kabupaten Bandung Ikut KB Permanen, Mayoritas Sudah Punya Empat Anak Lebih

Bagikan artikel:

DigoID, - Pemerintah Kabupaten Bandung membidik 490 peserta dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) permanen melalui Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP) yang digelar di RSUD Oto Iskandar Di Nata, Soreang, Rabu (8/7/2026). Program ini menyasar pasangan yang telah merasa cukup memiliki anak sebagai upaya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk sekaligus meningkatkan kualitas keluarga.

Dari total target tersebut, sebanyak 420 peserta mengikuti layanan MOW, sementara 70 lainnya menjalani MOP atau vasektomi.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan jumlah peserta yang mengikuti pelayanan KB permanen kali ini tergolong besar. Bahkan, menurutnya, angka tersebut berpeluang mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Kegiatan ini menargetkan 420 peserta MOW dan 70 peserta MOP. Insyaallah akan mendapatkan rekor MURI karena jumlah pesertanya sangat banyak," kata Dadang saat meninjau pelaksanaan pelayanan.

Namun, lebih dari sekadar mengejar rekor, Dadang menilai program ini penting karena mayoritas peserta memang sudah memiliki jumlah anak yang cukup banyak.

Dari hasil dialognya dengan para akseptor, sebagian besar peserta mengaku telah memiliki empat anak atau lebih. Bahkan, ada peserta yang telah memiliki tujuh anak sebelum memutuskan mengikuti KB permanen.

"Setelah saya berbincang dengan pasien, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, rata-rata mereka sudah memiliki empat anak atau lebih. Bahkan ada yang memiliki tujuh anak. Tentu ini merupakan salah satu program yang sangat baik untuk mendukung terwujudnya keluarga yang lebih berkualitas," ujarnya.

KB permanen merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang ditujukan bagi pasangan yang tidak lagi merencanakan kehamilan. Melalui program ini, pemerintah berharap angka kelahiran dapat lebih terkendali sehingga keluarga memiliki kesempatan lebih besar memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan anak.

Pelayanan massal tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dalduk PPA) Kabupaten Bandung bersama TP PKK Kabupaten Bandung.

Keberhasilan menghimpun ratusan peserta juga tidak lepas dari peran Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta kader PKK di seluruh kecamatan yang melakukan edukasi sekaligus mendampingi calon akseptor hingga mengikuti tindakan di rumah sakit.

Dadang mengapresiasi seluruh petugas lapangan yang dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada PLKB, UPT, dan seluruh kader PKK se-Kabupaten Bandung yang telah membawa calon pasien untuk mengikuti program ini. Mudah-mudahan seluruh tindakan berjalan lancar dan berhasil sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Program KB permanen menjadi salah satu strategi Pemkab Bandung untuk menekan angka kelahiran pada keluarga yang telah memenuhi jumlah anak ideal, sekaligus mendorong terbentuknya keluarga yang lebih sehat, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.