digoNEWS

Tiga Kakak Beradik Tewas Terbakar Saat Mati Lampu di Sukabumi, Diduga Dipicu Lilin

Jumat, 24 Juli 2026 pukul 06.30 WIB
46 views
Tiga Kakak Beradik Tewas Terbakar Saat Mati Lampu di Sukabumi, Diduga Dipicu Lilin

Bagikan artikel:

DigoID, - Tiga kakak beradik tewas dalam kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah semi permanen di Kampung Babakan Bandung RT 01 RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7/2026) malam.

Tragedi itu terjadi di tengah pemadaman listrik yang melanda wilayah tersebut. Polisi menduga api berasal dari lilin yang digunakan sebagai penerangan sebelum ketiga korban tertidur.

Kapolsek Nyalindung IPTU M. Yanuar Fajar mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, anak tertua sempat menyalakan lilin di ruang tamu karena rumah dalam kondisi gelap.

"Dugaan sementara, sumber api berasal dari lilin yang digunakan saat pemadaman listrik. Ketiga anak sedang tertidur ketika api membesar dan menyebar ke seluruh bagian rumah," kata Fajar di lokasi kejadian.

Api dengan cepat melalap bangunan semi permanen tersebut. Saat kejadian, ketiga anak berada di rumah bersama neneknya, Nia Kurniasih (59). Sang nenek berhasil menyelamatkan diri, namun tidak sempat mengevakuasi cucu-cucunya.

Ketiga korban diketahui bernama Aljenar Malik Seputro, siswa sekolah dasar, Saka Asadek yang masih duduk di bangku PAUD, serta Shakila Almahira Quenza yang masih berusia balita.

Menurut Fajar, kedua orang tua korban tidak berada di rumah saat peristiwa terjadi karena sedang berada di luar kota.

"Saat kejadian, kedua orang tua korban sedang berada di luar kota. Selama ini, anak-anak tinggal bersama neneknya di rumah tersebut," ujarnya.

Kondisi para korban disebut sangat mengenaskan. Polisi menyebut luka bakar yang dialami mencapai hampir 100 persen.

"Ketiga korban ditemukan dalam kondisi luka bakar sangat berat. Ini menjadi peristiwa yang sangat memukul keluarga dan warga sekitar," ungkap Fajar.

Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan terkait pemadaman listrik yang berlangsung cukup lama di wilayah Nyalindung. Berdasarkan informasi warga, aliran listrik padam sejak pukul 18.00 WIB dan hingga pukul 22.25 WIB belum kembali menyala.

Pihak kepolisian mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab pemadaman tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui penyebab dan durasi pemadaman listrik yang terjadi sebelum insiden ini," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, mengatakan warga langsung berhamburan menuju lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong dari nenek korban.

"Warga langsung berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong dari nenek korban. Semua berusaha membantu, tetapi api sudah lebih dulu membesar," ujar Ganda.

Warga bersama petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung sekitar 30 menit dengan melibatkan Damkar Kota Sukabumi, Damkar Sukaraja, P2BK Nyalindung, TNI-Polri, dan masyarakat setempat.

Namun, upaya penyelamatan tidak mampu menghindarkan tiga bocah tersebut dari maut. Ketiganya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Di sisi lain, tragedi ini menjadi pengingat akan risiko penggunaan lilin sebagai sumber penerangan darurat, terutama saat listrik padam dan terdapat anak-anak di dalam rumah.