Tagihan Listrik Mendadak Membengkak, Warga Heboh: dari Rp348 Ribu Jadi Rp712 Ribu, PLN Buka Suara
Rabu, 03 Juni 2026 06:30
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Keluhan soal tagihan listrik yang mendadak melonjak dua kali lipat memicu kehebohan di media sosial. Seorang pelanggan PT PLN (Persero) mengaku terkejut setelah tagihan listrik rumahnya membengkak dari Rp348.140 pada Mei 2026 menjadi Rp712 ribu pada Juni 2026, meski merasa tidak ada perubahan signifikan dalam pola pemakaian listrik sehari-hari.
Lonjakan tagihan itu langsung memantik tanda tanya publik. Pasalnya, pelanggan tersebut mengaku rutin memantau penggunaan listrik dan tidak menemukan adanya peningkatan konsumsi yang mencolok. Di sisi lain, tidak ada pengumuman resmi mengenai kenaikan tarif listrik dari pemerintah maupun PLN.
Data yang beredar menunjukkan konsumsi listrik pelanggan tersebut naik dari 250 kilowatt hour (KWh) pada Mei menjadi 512 KWh pada Juni 2026. Kenaikan pemakaian lebih dari 100 persen inilah yang membuat tagihan ikut melesat hingga menembus angka Rp700 ribuan.
Viralnya keluhan tersebut membuat PLN turun tangan memberikan penjelasan. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menegaskan bahwa tarif listrik tidak mengalami kenaikan.
"Terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik," kata Greg, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, PLN tetap menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai ketetapan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Untuk periode April–Juni 2026, tarif listrik seluruh golongan pelanggan non-subsidi dipastikan tetap dan tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, PLN mengakui ada sejumlah faktor yang bisa membuat tagihan pelanggan meningkat drastis. Salah satunya adalah perubahan pola konsumsi listrik yang sering tidak disadari penghuni rumah.
"Kondisi cuaca yang lebih panas, penggunaan pendingin ruangan lebih lama, hingga meningkatnya aktivitas di rumah dapat menyebabkan konsumsi listrik naik signifikan," jelas Greg.
Pernyataan itu muncul di tengah gelombang kecurigaan masyarakat yang mempertanyakan penyebab lonjakan tagihan. Sebab, bagi sebagian pelanggan, kenaikan hingga dua kali lipat terasa tidak sebanding dengan aktivitas harian yang mereka rasakan.
Untuk menjawab keraguan pelanggan, PLN meminta masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile guna memantau penggunaan listrik secara rinci. Melalui fitur riwayat penggunaan, pelanggan dapat melihat pola konsumsi listrik bulanan dan membandingkannya dengan periode sebelumnya.
PLN juga mengingatkan pelanggan untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali.
Viralnya kasus ini menjadi pengingat bahwa lonjakan tagihan listrik tidak selalu berkaitan dengan kenaikan tarif. Namun di tengah tekanan ekonomi rumah tangga, transparansi data pemakaian dan kemudahan akses informasi menjadi kunci agar kepercayaan pelanggan terhadap layanan kelistrikan tetap terjaga.
