Gelombang IPO 2026 Dimulai, Enam Emiten Baru Siap Masuk Bursa. Ada RANS hingga JELI

Bagikan artikel:
Digo.id – Pasar modal Indonesia kembali memasuki musim IPO. Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor resmi membuka masa Penawaran Awal (Bookbuilding) sebagai langkah awal sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mulai dari industri media, layanan kesehatan, diagnostik, hingga makanan dan minuman, enam emiten baru kini membuka kesempatan bagi investor untuk membeli saham perdana melalui fitur e-IPO yang tersedia di aplikasi Ajaib Sekuritas.
Bagi investor, periode bookbuilding menjadi momen penting untuk mempelajari prospektus, menilai prospek bisnis perusahaan, hingga mempertimbangkan harga penawaran sebelum memasuki masa penawaran umum.
Daftar Emiten yang Sedang Bookbuilding
Berikut enam perusahaan yang saat ini berada dalam tahap Penawaran Awal:
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS)
Penawaran Awal: 23 Juni 2026
Harga: Rp135–Rp170 per saham
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)
Penawaran Awal: 22 Juni 2026
Harga: Rp1.200–Rp1.400 per saham
PT Bach Multi Global Tbk (BACH)
Penawaran Awal: 22 Juni 2026
Harga: Rp400–Rp500 per saham
PT ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI)
Penawaran Awal: 22 Juni 2026
Harga: Rp446–Rp515 per saham
PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL)
Penawaran Awal: 18 Juni 2026
Harga: Rp100–Rp120 per saham
PT Niramas Utama Tbk (JELI)
Penawaran Awal: 15 Juni 2026
Harga: Rp900–Rp1.120 per saham
Cara Ikut e-IPO di Ajaib
Investor yang ingin memesan saham perdana dapat melakukannya secara online melalui fitur e-IPO di aplikasi Ajaib. Sebelum melakukan pemesanan, pastikan akun telah terverifikasi dan saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) mencukupi.
Langkah selanjutnya cukup membuka menu Penawaran IPO, memilih emiten yang diminati, membaca prospektus perusahaan, menentukan jumlah lot yang ingin dibeli, lalu mengonfirmasi pesanan.
Jangan Hanya FOMO
Meski IPO sering menjadi perhatian karena potensi pertumbuhan perusahaan yang baru melantai di bursa, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis yang matang. Investor disarankan memahami model bisnis perusahaan, membaca prospektus, mengevaluasi valuasi, serta menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.
Musim IPO 2026 kembali membuka peluang baru di pasar modal. Namun seperti instrumen investasi lainnya, peluang selalu berjalan beriringan dengan risiko. Karena itu, lakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






