digoNOMIC

Gelombang IPO 2026 Dimulai, Enam Emiten Baru Siap Masuk Bursa. Ada RANS hingga JELI

Selasa, 30 Juni 2026 pukul 15.00 WIB
39 views
Gelombang IPO 2026 Dimulai, Enam Emiten Baru Siap Masuk Bursa. Ada RANS hingga JELI

Bagikan artikel:

Digo.id – Pasar modal Indonesia kembali memasuki musim IPO. Sejumlah perusahaan dari berbagai sektor resmi membuka masa Penawaran Awal (Bookbuilding) sebagai langkah awal sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mulai dari industri media, layanan kesehatan, diagnostik, hingga makanan dan minuman, enam emiten baru kini membuka kesempatan bagi investor untuk membeli saham perdana melalui fitur e-IPO yang tersedia di aplikasi Ajaib Sekuritas.

Bagi investor, periode bookbuilding menjadi momen penting untuk mempelajari prospektus, menilai prospek bisnis perusahaan, hingga mempertimbangkan harga penawaran sebelum memasuki masa penawaran umum.

Daftar Emiten yang Sedang Bookbuilding

Berikut enam perusahaan yang saat ini berada dalam tahap Penawaran Awal:

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS)

Penawaran Awal: 23 Juni 2026

Harga: Rp135–Rp170 per saham

PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX)

Penawaran Awal: 22 Juni 2026

Harga: Rp1.200–Rp1.400 per saham

PT Bach Multi Global Tbk (BACH)

Penawaran Awal: 22 Juni 2026

Harga: Rp400–Rp500 per saham

PT ESA Medika Mandiri Tbk (EMMI)

Penawaran Awal: 22 Juni 2026

Harga: Rp446–Rp515 per saham

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL)

Penawaran Awal: 18 Juni 2026

Harga: Rp100–Rp120 per saham

PT Niramas Utama Tbk (JELI)

Penawaran Awal: 15 Juni 2026

Harga: Rp900–Rp1.120 per saham

Cara Ikut e-IPO di Ajaib

Investor yang ingin memesan saham perdana dapat melakukannya secara online melalui fitur e-IPO di aplikasi Ajaib. Sebelum melakukan pemesanan, pastikan akun telah terverifikasi dan saldo Rekening Dana Nasabah (RDN) mencukupi.

Langkah selanjutnya cukup membuka menu Penawaran IPO, memilih emiten yang diminati, membaca prospektus perusahaan, menentukan jumlah lot yang ingin dibeli, lalu mengonfirmasi pesanan.

Jangan Hanya FOMO

Meski IPO sering menjadi perhatian karena potensi pertumbuhan perusahaan yang baru melantai di bursa, keputusan investasi tetap perlu didasarkan pada analisis yang matang. Investor disarankan memahami model bisnis perusahaan, membaca prospektus, mengevaluasi valuasi, serta menyesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Musim IPO 2026 kembali membuka peluang baru di pasar modal. Namun seperti instrumen investasi lainnya, peluang selalu berjalan beriringan dengan risiko. Karena itu, lakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.