digoNEWS

Putra Hotman Paris yang Kini Jadi Sorotan Publik, Ini Profil Frank Alexander Hutapea

Senin, 20 Juli 2026 pukul 07.16 WIB
65 views
Putra Hotman Paris yang Kini Jadi Sorotan Publik, Ini Profil Frank Alexander Hutapea

Bagikan artikel:

DigoID – Nama Frank Alexander Hutapea mendadak menjadi sorotan publik setelah mengkritik keputusan ayahnya, Hotman Paris Hutapea, yang menjadi kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Namun, di balik polemik yang viral di media sosial, Frank bukan sekadar "anak Hotman Paris". Pengacara berusia 30-an tahun itu telah lama membangun kariernya sendiri dan kini memimpin firma hukum independen bernama FRANK Solicitors.

"Sudah pisah jalan. Makanya buka kantor sendiri," tulis Frank saat menjawab pertanyaan warganet terkait hubungannya dengan sang ayah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengakuan terbuka bahwa hubungan Frank dan Hotman Paris telah merenggang. Bahkan, menurut Frank, keduanya sudah tidak berkomunikasi selama sekitar satu tahun.

Frank Alexander Hutapea merupakan putra sulung Hotman Paris Hutapea dan Agustianne Marbun. Berbeda dengan sang ayah yang identik dengan kemewahan, mobil sport, dan sorotan kamera, Frank dikenal memiliki karakter yang lebih tenang dan tertutup.

Ia menempuh pendidikan hukum di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta sebelum melanjutkan Bachelor of Laws (LL.B.) di University of Kent, Inggris. Di kampus tersebut, Frank mendalami hukum perbankan, korporasi, keuangan, dan keamanan.

Tak berhenti di sana, Frank juga mengikuti program Summer Course Business Law di London School of Economics and Political Science (LSE), salah satu institusi pendidikan terkemuka di dunia.

Karier profesionalnya dimulai di Hadinoto Hadiputranto & Partners (HHP), salah satu firma hukum terbesar di Indonesia yang berafiliasi dengan Baker McKenzie. Pengalaman itu menjadi pijakan awal sebelum ia bergabung dengan Hotman Paris & Partners.

Namun, Frank memilih keluar dan membangun identitasnya sendiri. Ia kemudian mendirikan FRANK Solicitors, firma hukum yang menjadi simbol langkah independennya di dunia advokat.

Langkah Frank tidak hanya berhenti di sektor swasta. Pada awal 2026, ia dipercaya menjabat sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) di lingkungan Kementerian Pertahanan, menambah daftar peran strategis yang diembannya.

Nama Frank mulai ramai diperbincangkan setelah unggahannya di media sosial menyinggung keputusan Hotman Paris membela Febrie Adriansyah. Ia bahkan melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah aksi sosial yang selama ini dilakukan sang ayah.

"Orang miskin itu cuma dijadiin senjata marketing aja. He never really care, he only care about being center of attention," tulis Frank.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai Frank berani menyampaikan pandangannya secara terbuka, sementara yang lain menyayangkan konflik keluarga yang diumbar ke ruang publik.

Terlepas dari polemik tersebut, perjalanan Frank menunjukkan bahwa ia memilih membangun namanya sendiri, terpisah dari bayang-bayang Hotman Paris. Dari ruang kuliah di Jakarta dan Inggris, firma hukum besar, hingga mendirikan kantor hukumnya sendiri, Frank kini tengah menapaki jalur yang berbeda.

Di tengah panasnya kasus Febrie Adriansyah, satu hal yang menjadi perhatian publik adalah pengakuan Frank bahwa dirinya dan sang ayah telah "pisah jalan". Sebuah pernyataan yang menandai babak baru dalam hubungan dua nama besar dari keluarga Hutapea.