digoNEWS

Pilot AS Tewas Ditembak di Papua, Polisi Ungkap Korban Ditembak dari Jarak Tempel, Pelaku Diduga KKB Baru

Sabtu, 4 Juli 2026 pukul 19.03 WIB
21 views
Pilot AS Tewas Ditembak di Papua, Polisi Ungkap Korban Ditembak dari Jarak Tempel, Pelaku Diduga KKB Baru

Bagikan artikel:

DigoID, - Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak dalam penyerangan yang disusul pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka tembak dari jarak sangat dekat yang menyebabkan kematian seketika.

Jenazah korban dievakuasi dari Timika ke Jayapura pada Jumat (3/7/2026) sebelum menjalani pemeriksaan forensik di RS Bhayangkara Polda Papua.

Kepala RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian mengungkapkan tim dokter menemukan sejumlah luka serius di bagian kepala dan wajah korban, termasuk patah tulang rahang serta kerusakan pada dasar tengkorak.

Menurut dia, karakter luka menunjukkan peluru dilepaskan dengan moncong senjata menempel langsung ke pipi kiri korban sebelum menembus hingga keluar di bagian telinga kanan.

"Pola luka yang kami temukan mengarah pada tembakan dari jarak sangat dekat. Lintasan peluru menyebabkan kerusakan masif pada tulang wajah hingga dasar tengkorak sehingga korban diperkirakan meninggal dalam waktu yang sangat singkat," kata Rommy.

Ia menambahkan, pemeriksaan radiologi sudah cukup menjelaskan penyebab kematian sehingga autopsi tidak lagi dianggap diperlukan dalam proses identifikasi medis.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan pemeriksaan forensik dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam penyidikan.

"Visum menjadi bagian penting dalam mengungkap perkara ini karena dapat memastikan secara ilmiah penyebab kematian korban dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.

Sementara itu, penyelidikan mulai mengarah kepada kelompok yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata menyebut indikasi sementara mengarah kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.

"Dari keterangan saksi, penelusuran informasi, hingga analisis berbagai dokumen dan aktivitas di media sosial, penyidik sementara menyimpulkan aksi ini diduga dilakukan kelompok Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga," jelasnya.

Penyidik juga mengantongi sejumlah bukti digital, termasuk unggahan yang berisi klaim tanggung jawab serta foto seseorang berdiri di atas bangkai pesawat yang terbakar.

"Identitas orang yang terekam dalam dokumentasi tersebut telah kami cocokkan dan hasilnya mengarah kepada M. Mbalingga. Namun hubungan kelompok ini dengan jaringan Elkius Kobak masih terus kami dalami," katanya.

Meski dugaan pelaku mulai terpetakan, polisi belum menyimpulkan motif utama penyerangan. Aparat masih menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk ancaman yang sebelumnya sempat dilontarkan kelompok tersebut terhadap aktivitas penerbangan di wilayah pedalaman Papua.

Di tengah beredarnya berbagai narasi di media sosial, Satgas juga membantah tudingan bahwa PT AMA menjalankan kegiatan selain misi kemanusiaan.

Yusuf menegaskan pihaknya telah mengonfirmasi langsung kepada manajemen perusahaan dan pihak gereja yang selama ini bekerja sama dengan PT AMA.

"Informasi yang kami peroleh menunjukkan PT AMA selama puluhan tahun fokus melayani penerbangan kemanusiaan dan pelayanan gereja di wilayah pedalaman. Insiden ini merupakan peristiwa tragis pertama yang mereka alami," tutur Yusuf.

Polisi memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk memburu seluruh pelaku sekaligus mengungkap motif di balik penyerangan yang menewaskan pilot asing tersebut. Kasus ini dinilai menjadi perhatian tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga komunitas internasional karena menyasar penerbangan sipil yang melayani misi kemanusiaan.