Pemerintah Targetkan Kelola 100% Sampah Indonesia pada 2029, Sampah Bakal Jadi Listrik hingga Bahan Bakar

Bagikan artikel:
DigoID, — Pemerintah Indonesia menargetkan seluruh sampah di Indonesia dapat dikelola 100 persen pada akhir 2029. Target tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengatasi darurat sampah sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukan melalui teknologi ramah lingkungan.
Kebijakan ini menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga hingga pengolahan residu menjadi listrik, biogas, biomassa, dan bahan bakar alternatif.
Indonesia Masih Menghadapi Darurat Sampah
Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Melda Mardalina, mengatakan percepatan pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak, terutama di kawasan metropolitan dan kota-kota besar yang menghasilkan volume sampah sangat tinggi.
Menurut KLH, banyak tempat pemrosesan akhir (TPA) kini sudah mengalami kelebihan kapasitas dan masih menggunakan sistem open dumping, yaitu metode pembuangan sampah di tempat terbuka yang berpotensi mencemari tanah, air, dan udara.
Selain itu, pembangunan TPA baru juga semakin sulit karena keterbatasan lahan di berbagai daerah.
144 Ribu Ton Sampah Diproduksi Setiap Hari
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan Indonesia menghasilkan sekitar 144.562 ton sampah setiap hari.
Namun, kondisi pengelolaannya masih menjadi tantangan besar:
75 persen sampah belum terkelola secara optimal.
72 persen TPA masih menggunakan sistem open dumping.
Sekitar 35,69 persen sampah masih bocor ke lingkungan dan berpotensi mencemari sungai, laut, hingga kawasan permukiman.
Karena itu, pemerintah menilai diperlukan langkah yang lebih terstruktur, masif, dan terintegrasi untuk mempercepat penanganan sampah nasional.
Sampah Akan Diubah Menjadi Energi Terbarukan
Melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan atau waste-to-energy.
Teknologi yang akan dikembangkan meliputi:
Waste-to-Electricity — mengubah sampah menjadi energi listrik.
Waste-to-Biogas — menghasilkan biogas dari sampah organik.
Waste-to-Biomass — mengolah sampah menjadi biomassa.
Waste-to-Fuel — mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA sekaligus menghasilkan energi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Strategi dari Hulu Sampai Hilir
Pemerintah menerapkan strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Di bagian hulu, masyarakat didorong memilah sampah sejak dari rumah serta memperkuat sarana pengumpulan sampah.
Di bagian tengah, pemerintah melakukan penguatan kelembagaan, pembiayaan, dan optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti bank sampah, rumah kompos, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), dan Material Recovery Facility (MRF).
Sementara di bagian hilir, fokus diarahkan pada modernisasi TPA dan pembangunan fasilitas waste-to-energy agar hanya sampah residu yang masuk ke tempat pembuangan akhir.
Menurut Melda, kebijakan ini menandai perubahan besar menuju sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Tiga Kota Sudah Jalankan Proyek Sampah Jadi Listrik
CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), Fadli Rahman, mengatakan percepatan proyek waste-to-energy menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan sumber energi terbarukan di tengah tantangan krisis energi global.
Saat ini, proyek pengolahan sampah menjadi energi di Denpasar, Bekasi, dan Bogor telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah untuk penyediaan pasokan sampah selama 30 tahun.
Ketiga proyek tersebut juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) untuk penjualan listrik hasil pengolahan sampah.
Menurut Fadli, percepatan proyek ini dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan Danantara Indonesia melalui anak usahanya, Denera.
Bukan Sekadar Bersih, Tapi Jadi Sumber Energi
Pemerintah berharap pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada mengurangi timbunan di TPA, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi dan mendukung ketahanan energi nasional.
Selain pembangunan fasilitas pengolahan modern, pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat agar budaya memilah dan mengelola sampah dari sumber menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Target 100 persen pengelolaan sampah pada 2029 menjadi salah satu agenda besar pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






