digoNEWS

Rotasi Besar di Polresta Bandung, Pejabat Baru Dituntut Langsung Tancap Gas

Jumat, 4 September 2026 pukul 17.26 WIB
43 views
Rotasi Besar di Polresta Bandung, Pejabat Baru Dituntut Langsung Tancap Gas

Bagikan artikel:

DigoID, – Sejumlah posisi strategis di Polresta Bandung berganti. Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono meminta para pejabat baru tidak berlama-lama beradaptasi dan langsung tancap gas menangani persoalan masyarakat.

Pergantian jabatan itu berlangsung dalam upacara serah terima jabatan di Mapolresta Bandung, Jumat (4/9/2026). Rotasi mencakup Kabag Ren, Kabag SDM, Kasatreskrim, serta delapan Kapolsek, yakni Kapolsek Cimenyan, Cileunyi, Rancaekek, Majalaya, Pameungpeuk, Margahayu, Pacet, dan Kertasari.

Aldi mengatakan rotasi merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier sekaligus kebutuhan organisasi di lingkungan Polri. Pergantian pejabat juga menjadi momentum untuk melakukan penyegaran agar roda organisasi tetap berjalan.

“Mutasi dan serah terima jabatan ini bagian dari dinamika organisasi. Selain untuk pengembangan karier personel, pergantian juga diperlukan untuk mendorong organisasi semakin maju,” kata Aldi.

Ia mengapresiasi kinerja pejabat lama yang telah menjalankan tugas di wilayah hukum Polresta Bandung. Salah satu capaian yang disorot ialah kinerja Satuan Reserse Kriminal dalam penyelesaian perkara.

Aldi menyebut capaian penyelesaian perkara Polresta Bandung pada 2025 berada di peringkat pertama di Jawa Barat.

“Kami mengapresiasi kontribusi pejabat lama. Salah satunya Satreskrim yang pada 2025 mencatat penyelesaian perkara terbaik dan menempatkan Polresta Bandung di peringkat pertama se-Jawa Barat,” ujarnya.

Dengan adanya pergantian tersebut, Aldi tidak ingin kinerja yang telah dibangun justru melambat. Para pejabat baru diminta segera memahami karakter wilayah, persoalan yang dihadapi masyarakat, serta pola kerja yang selama ini diterapkan.

Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu ukuran penting dalam pelayanan kepolisian. Setiap persoalan masyarakat harus direspons tanpa menunggu masalah berkembang lebih besar.

“Pejabat baru harus segera menyesuaikan. Polresta Bandung harus tetap gercep, responsif, cepat menangani setiap persoalan masyarakat, dan bekerja secara transparan,” tegasnya.

Rotasi juga menyasar sejumlah polsek yang berada di wilayah dengan karakter persoalan berbeda. Karena itu, Aldi meminta setiap pejabat baru tidak sekadar melanjutkan pekerjaan administratif, tetapi mampu membaca persoalan di wilayah masing-masing.

Pergantian pejabat tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan organisasi Polresta Bandung, tanpa mengganggu pelayanan dan penanganan perkara yang tengah berjalan.

Para pejabat yang baru dilantik selanjutnya mulai menjalankan tugas di masing-masing satuan dan wilayah hukum Polresta Bandung.