KPK Sita 19 Kendaraan, Uang Asing, dan Perhiasan dari Rumah Eks Wamen Imipas Silmy Karim

Bagikan artikel:
DigoID, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 19 kendaraan, perhiasan, serta uang tunai dalam berbagai mata uang dari rumah pribadi eks Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Penyitaan dilakukan setelah penyidik menggeledah kediaman Silmy di Jalan Brawijaya III yang berlangsung sejak siang hingga malam hari dengan pengamanan ketat personel Brimob bersenjata lengkap.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan barang-barang yang diamankan diduga berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
"Dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah tersangka SK, penyidik mengamankan dan menyita barang bukti," kata Budi dalam keterangannya.
Selain uang rupiah, penyidik juga menyita uang tunai dalam mata uang asing, mulai dari dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), hingga yen Jepang (JPY).
Menurut Budi, seluruh barang bukti tersebut diduga berasal dari tindak pidana korupsi yang sedang diusut KPK.
"Barang bukti yang disita ini diduga terkait atau didapat dari dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan tersangka terkait pengurusan izin tinggal sementara WNA," ujarnya.
Sejak siang, suasana di sekitar rumah Silmy tampak berbeda. Sejumlah personel Brimob berjaga di pintu masuk rumah maupun sepanjang jalan di depan kediaman. Mereka mengenakan perlengkapan taktis lengkap, termasuk helm, rompi antipeluru, dan senjata laras panjang.
Akses keluar-masuk rumah dijaga ketat selama proses penggeledahan berlangsung. Awak media dan warga hanya bisa memantau dari luar pagar rumah setinggi sekitar dua meter yang menutupi sebagian besar aktivitas di dalam area.
KPK mengaku memiliki keyakinan terdapat bukti tambahan yang dapat memperkuat penyidikan perkara tersebut.
"KPK meyakini, dalam penggeledahan ini ada bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan penyidik untuk membantu mengungkap perkara ini menjadi terang," kata Budi.
Perhatian publik semakin tertuju ke lokasi ketika sekitar pukul 18.13 WIB dua mobil towing berwarna putih tiba secara beriringan di depan rumah Silmy. Kedatangan kendaraan pengangkut itu memunculkan dugaan bahwa penyidik akan membawa barang-barang dari dalam rumah.
Sebelumnya, satu mobil towing lain telah lebih dulu terlihat mengangkut dua unit motor gede.
Saat gerbang dibuka, kendaraan pengangkut masuk ke dalam halaman dan pagar kembali ditutup rapat. Dari luar, aktivitas penyidik tidak lagi terlihat karena tertutup pagar dan penjagaan aparat.
Di dalam area rumah, sejumlah kendaraan mewah tampak terparkir. Beberapa di antaranya adalah mobil sport Porsche serta motor gede merek Harley-Davidson dan Ducati.
Sekitar pukul 19.01 WIB, gerbang rumah kembali dibuka. Satu per satu kendaraan mulai dikeluarkan menggunakan mobil towing.
Kendaraan pertama yang keluar ditutupi kain hitam sehingga identitasnya tidak terlihat. Di belakangnya, dua unit Harley-Davidson dan satu Ducati dibawa keluar bersama beberapa sepeda yang turut diamankan penyidik.
Tak lama berselang, dua mobil sport Porsche juga meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan pengangkut. Iring-iringan barang sitaan kemudian bergerak keluar secara berurutan, diikuti kendaraan yang membawa tim penyidik KPK.
Setelah seluruh kendaraan keluar dari rumah, personel Brimob yang berjaga sejak awal penggeledahan mulai meninggalkan lokasi.
Penyitaan ini menjadi bagian dari penyidikan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin tinggal sementara bagi WNA yang menyeret Silmy Karim sebagai tersangka. Hingga kini, KPK masih mendalami asal-usul aset dan aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






