digoNEWS

Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kg, Pemkot Bandung Minta Perajin Tahu-Tempe Bertahan

Minggu, 14 Juni 2026 pukul 17.15 WIB
31 views
Harga Kedelai Tembus Rp11.000 per Kg, Pemkot Bandung Minta Perajin Tahu-Tempe Bertahan

Bagikan artikel:

DigoID, - Harga kedelai yang terus naik mulai menekan industri tahu dan tempe di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, harga kedelai saat ini sudah menembus di atas Rp10.000 per kilogram dan mendekati Rp11.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut dinilai sulit dikendalikan pemerintah daerah karena kedelai merupakan komoditas impor yang mengikuti pergerakan pasar global.

"Harga kedelai itu sekarang enggak bisa ditolong. Sudah di atas Rp10.000 per kilogram, bahkan mendekati Rp11.000. Karena ini barang impor, ya kita mengikuti mekanisme pasar," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat, 12 Juni 2026.

Lonjakan harga bahan baku itu berpotensi menambah beban para perajin tahu dan tempe. Di satu sisi, biaya produksi meningkat. Di sisi lain, pelaku usaha harus mempertimbangkan daya beli masyarakat jika ingin menaikkan harga jual.

Menghadapi situasi tersebut, Pemkot Bandung meminta para perajin untuk tetap menjalankan produksi. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha melakukan efisiensi agar bisa bertahan di tengah tekanan biaya.

"Kita mengimbau kepada para pengrajin tahu dan tempe agar lebih efisien. Yang penting produksi jangan sampai berhenti," ujarnya.

Farhan mengatakan, keberlangsungan industri tahu dan tempe perlu dijaga karena keduanya bukan sekadar komoditas pangan, tetapi juga menjadi sumber protein terjangkau bagi masyarakat dan menyerap banyak tenaga kerja.

Selain mendorong efisiensi produksi, Pemkot Bandung mengaku akan menjaga kelancaran distribusi dan akses pasar agar produk tahu dan tempe tetap mudah ditemukan di berbagai wilayah kota.

Pemerintah kota juga berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan baku. Menurut Farhan, keseimbangan antara harga jual dan kemampuan konsumen membeli menjadi faktor yang harus diperhatikan.

"Kita jaga supaya konsumen yang biasa beli kuliner tahu dan tempe tetap punya daya beli. Jadi walaupun harganya naik, masih bisa terbeli," katanya.

Farhan berharap para pelaku usaha tahu dan tempe tetap optimistis menghadapi fluktuasi harga kedelai yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemkot Bandung, kata dia, akan terus berupaya memastikan ekosistem usaha tetap berjalan.

"Yang paling penting produksi tahu dan tempe jangan sampai berhenti," tegasnya.