digoNEWS

Faunaland Kelola Bandung Zoo, Warga Khawatir Tiket Naik. Farhan: Kalau Tak Wajar, Akan Kami Perjuangkan

Minggu, 14 Juni 2026 pukul 18.57 WIB
29 views
Faunaland Kelola Bandung Zoo, Warga Khawatir Tiket Naik. Farhan: Kalau Tak Wajar, Akan Kami Perjuangkan

Bagikan artikel:

DigoID, - Faunaland resmi ditetapkan sebagai pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo. Namun, pergantian pengelola itu langsung memunculkan satu pertanyaan besar dari masyarakat: apakah harga tiket masuk bakal ikut melonjak?

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku belum mengetahui berapa tarif yang nantinya akan diberlakukan. Meski begitu, ia memastikan Pemkot Bandung tidak akan tinggal diam jika harga karcis dinilai memberatkan pengunjung.

"Nah, itu saya belum tahu, karena lumayan itu. Tapi saya kira pemenangnya itu menyadari betul. Dia sudah punya data market, dia sudah tahu berapa harga yang paling wajar yang akan bisa dikenakan kepada para pengunjung. Kalau harganya nggak wajar juga kita akan memperjuangkan lah," kata Farhan, Jumat (12/6).

Kekhawatiran publik bukan tanpa alasan. Sebagai pengelola baru, Faunaland diwajibkan membayar kontribusi kepada Pemkot Bandung sebesar Rp4,3 miliar. Selain itu, ada skema bagi hasil sekitar 11 persen yang juga harus dipenuhi.

Beban biaya tersebut dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga tiket Bandung Zoo, yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga dan edukasi satwa dengan harga relatif terjangkau di Kota Bandung.

Farhan menilai, Faunaland sudah memperhitungkan potensi pasar sebelum memenangkan proses seleksi pengelolaan Bandung Zoo. Karena itu, ia berharap keputusan soal tarif tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Di sisi lain, Farhan membandingkan kondisi Bandung Zoo dengan sejumlah kawasan konservasi lain yang tiketnya lebih murah karena dikelola langsung oleh pemerintah.

"Karena kalau Ragunan itu di bawah dinas, itu sama dengan Tahura. Tahura itu di bawah Dinas Kehutanan. Nah, kalau Bandung kan nggak punya Dinas Kehutanan. Dan ini harus berada dalam kerangka atau skema kerja sama pemanfaatan," ujarnya.

Artinya, model pengelolaan Bandung Zoo berbeda dengan Kebun Binatang Ragunan di Jakarta maupun Tahura Djuanda di Bandung. Bandung Zoo dikelola melalui skema kerja sama, sehingga perhitungan bisnis menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan.

Saat ini, Pemkot Bandung masih mematangkan detail kerja sama dengan Faunaland. Proses tersebut mencakup penyusunan hingga negosiasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebelum pengelolaan resmi berjalan penuh.

"Bandung Zoo setelah 2 hari penetapan, hari ini kita lagi menunggu selesainya konsep dan negosiasi PKS (perjanjian kerja sama). Kemudian mudah-mudahan sebelum pukul 23.59 saya sudah tanda tangan dan sudah menerima pembayaran pertama," kata Farhan.