BEM UI Pastikan Demo Berlanjut, Soroti Rupiah Melemah hingga Kenaikan Harga Pokok

Bagikan artikel:
DigoID, - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) memastikan aksi demonstrasi tidak berhenti pada unjuk rasa yang digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6). Mahasiswa menegaskan bakal kembali turun ke jalan dengan membawa tuntutan yang sama kepada pemerintah.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan aksi lanjutan tengah dipersiapkan setelah gelombang protes sebelumnya dinilai belum mendapat respons yang memadai.
"Akan ada aksi lanjutan ya," kata Yatalathof saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6).
Senada, Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas, menyebut mahasiswa saat ini masih melakukan konsolidasi internal untuk menentukan langkah berikutnya. Meski belum memastikan waktu pelaksanaan, ia menegaskan semangat untuk melanjutkan aksi tetap ada.
"Harapannya pasti akan terus turun, kami akan coba konsolidasikan lagi segera," ujar Dimas.
Dalam aksi di Bundaran HI, massa yang didominasi mahasiswa dari BEM se-UI mengangkat sejumlah isu ekonomi dan kebijakan pemerintah yang belakangan menjadi sorotan publik. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa menilai berbagai kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap kondisi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.
Dalam demonstrasi itu, mereka membawa lima tuntutan. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Ketiga, menghentikan program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, menghentikan praktik militerisme di ruang sipil.
Terakhir, mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya





