digoNEWS

Haji 2026 Dinilai Alami Lompatan Transformasi, DPR Tetap Soroti Masalah di Mina

Kamis, 11 Juni 2026 pukul 21.07 WIB
10 views
Haji 2026 Dinilai Alami Lompatan Transformasi, DPR Tetap Soroti Masalah di Mina

Bagikan artikel:

DigoID, - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 menunjukkan kemajuan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, DPR tetap mencatat sejumlah persoalan, terutama pada fase puncak pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Kita harus sampaikan dengan jujur apa adanya, pelaksanaan haji tahun ini sudah melakukan lompatan transformasi," kata Cucun, dikutip Jumat (5/6).

Menurutnya, berbagai perbaikan dalam tata kelola penyelenggaraan haji patut diapresiasi. Meski begitu, masih ada sejumlah persoalan di lapangan yang perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh.

Salah satu catatan utama DPR adalah persoalan kapasitas penampungan jemaah di Mina yang dinilai belum sepenuhnya memadai. Selain itu, terdapat sejumlah kendala lain yang muncul saat fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji berlangsung.

"Indikator kesuksesan haji itu adalah Arafah, Muzdalifah, Mina, kita masih punya catatan," tegasnya.

Cucun menyebut seluruh temuan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan dibahas secara komprehensif dalam rapat evaluasi bersama para pemangku kepentingan. Hasil evaluasi itu selanjutnya akan dilaporkan dalam Rapat Paripurna DPR RI sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.

Evaluasi tersebut menjadi penting mengingat fase Armuzna merupakan titik paling menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji. Kepadatan jemaah, keterbatasan ruang, hingga kelancaran mobilisasi menjadi faktor yang kerap memengaruhi kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Di sisi lain, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memberikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia yang dinilai disiplin selama menjalani puncak ibadah haji.

Ia menilai kepatuhan jemaah terhadap arahan petugas turut mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Fase puncak ibadah haji di Mina sendiri berakhir pada 13 Zulhijah 1447 Hijriah. Seluruh jemaah haji Indonesia yang memilih skema nafar tsani dilaporkan telah meninggalkan tenda-tenda di Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Proses pemulangan jemaah dari Mina ke Makkah berlangsung aman, tertib, dan lancar. Namun, berbagai catatan yang muncul selama fase Armuzna dipastikan akan menjadi perhatian dalam penyusunan rekomendasi perbaikan penyelenggaraan haji ke depan.