digoNEWS

Empat Titik Bermasalah di Cipadung Disorot Farhan, Drainase dan PSU Jadi Perhatian

Sabtu, 7 November 2026 pukul 07.30 WIB
42 views
Empat Titik Bermasalah di Cipadung Disorot Farhan, Drainase dan PSU Jadi Perhatian

Bagikan artikel:

DigoID, - Persoalan drainase, potensi banjir, hingga fasilitas perumahan yang belum diserahkan kepada pemerintah menjadi perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat meninjau empat titik di Kelurahan Cipadung Kulon dan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Jumat (6/11/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Farhan menemukan saluran drainase di Jalan Gempol RW 06 Cipadung Wetan yang perlu diperiksa karena berpotensi memicu genangan. Sementara di Kompleks Patra Asri RW 02, saluran penghubung atau crossing belum berfungsi optimal sehingga aliran air dari permukiman terhambat.

Farhan meminta perangkat daerah terkait menelusuri penyebab persoalan tersebut dan menyiapkan penanganan agar aliran air tidak menimbulkan limpasan ke kawasan lain.

Di Jalan Gempol, salah satu persoalan yang dibahas adalah saluran yang diduga terputus akibat bagian drainase tertutup atau diurug di sekitar kawasan pergudangan.

Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan jalur air tetap tersambung. Pemerintah juga harus mengevaluasi arah aliran sebelum menentukan langkah perbaikan agar penanganan di satu titik tidak memindahkan genangan ke wilayah lain.

Peninjauan di Kompleks Patra Asri turut menyoroti status prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang belum tuntas diserahkan kepada Pemerintah Kota Bandung.

Berdasarkan penelusuran site plan, terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang perlu dipastikan kembali fungsi serta status penyerahannya.

Farhan meminta perangkat daerah yang menangani penataan ruang dan perumahan memanggil pengembang untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

“Penataan ruang akan dibereskan, akan dipanggil developernya, diminta komitmen untuk perbaikan PSU supaya bisa serah terima PSU kepada kita. Kita bisa melakukan perbaikan,” ujar Farhan.

Kejelasan penyerahan PSU menjadi penting agar pemerintah dapat melakukan perbaikan fasilitas di kawasan perumahan tersebut.

Selain persoalan infrastruktur, Farhan juga meninjau rumah tidak layak huni (rutilahu) di RW 03 Cipadung Kulon. Ia melihat kondisi bangunan dan proses perbaikan rumah warga yang masuk program penanganan rutilahu.

Farhan mengapresiasi pihak-pihak yang telah membantu perbaikan hunian dan berharap program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lokasi berikutnya adalah TPS Pangaritan RW 07 Cipadung Kulon. Di tempat ini, Farhan melihat proses pengelolaan sampah sekaligus berdialog dengan pengurus kewilayahan mengenai pengurangan sampah dari sumbernya.

Ia menekankan pemilahan sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos harus terus diperkuat di tingkat RW.

“Yang paling penting prinsip mulai pengurangan. Pemilahan jalan terus,” kata Farhan.

Menurutnya, pengurangan sampah dari lingkungan warga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas pengolahan di hilir. Sampah organik diharapkan dapat diolah melalui pengomposan di tingkat wilayah, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui sistem pengangkutan yang terkoordinasi.

Farhan juga meminta camat dan lurah memperkuat koordinasi agar pemilahan berjalan sesuai ketentuan.

Peninjauan empat lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung menindaklanjuti persoalan lingkungan dan infrastruktur yang dikeluhkan warga.

Namun, sejumlah persoalan masih membutuhkan pemeriksaan teknis dan penyelesaian lebih lanjut, terutama terkait kesinambungan drainase, fungsi crossing, serta komitmen pengembang dalam menyerahkan PSU kepada pemerintah kota.