digoNEWS

Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Pertumbuhan Melambat untuk Pertama Kalinya dalam 10 Tahun

Jumat, 6 November 2026 pukul 17.34 WIB
54 views
Canva PHK 1.271 Karyawan, CEO Sebut Pertumbuhan Melambat untuk Pertama Kalinya dalam 10 Tahun

Bagikan artikel:

DigoID, – Perusahaan teknologi desain grafis Canva mengumumkan restrukturisasi besar-besaran yang berdampak terhadap 1.271 karyawan atau sekitar 22 persen dari total tenaga kerjanya di seluruh dunia.

Kebijakan tersebut mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK), perubahan jabatan, hingga relokasi sejumlah karyawan ke pusat operasional perusahaan.

CEO sekaligus salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins, mengumumkan keputusan tersebut melalui memo internal kepada karyawan pada 3 November 2026. Pernyataan itu kemudian dipublikasikan melalui ruang berita resmi Canva.

Dikutip dari pengumuman perusahaan, Perkins menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu masa tersulit sepanjang 13 tahun perjalanan Canva.

Dia menjelaskan, pertumbuhan perusahaan melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Kondisi tersebut mendorong manajemen melakukan perubahan organisasi secara menyeluruh untuk menghadapi tantangan bisnis pada tahun-tahun mendatang.

“Pertumbuhan kami melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade,” tulis Perkins dalam memo tersebut.

Canva Gabungkan Tiga Divisi Utama

Dilansir dari TechCrunch, 4 November 2026, restrukturisasi Canva mencakup penggabungan tiga organisasi utama, yakni Product, Growth, dan Platform ke dalam satu organisasi produk.

Perusahaan juga akan mengurangi lapisan manajemen, menyatukan tanggung jawab yang tumpang tindih, serta mengurangi spesialisasi pekerjaan yang dinilai terlalu terfragmentasi.

Melalui perubahan tersebut, Canva ingin membentuk tim yang lebih kecil dengan tanggung jawab lebih luas dan kewenangan pengambilan keputusan yang lebih besar.

Selain perubahan struktur organisasi, Sydney, Australia, akan menjadi pusat utama bagi lebih banyak tim produk dan sejumlah fungsi spesialis.

Canva juga berencana meningkatkan aktivitas kerja dari kantor. Mulai Januari 2027, sebagian besar karyawan dengan skema kerja hybrid diperkirakan bekerja dari kantor selama dua hingga tiga hari setiap pekan.

Karyawan Terdampak Mendapat Kompensasi Enam Bulan Gaji

Di tengah keputusan restrukturisasi tersebut, Canva menyampaikan sejumlah bentuk dukungan bagi karyawan yang harus meninggalkan perusahaan.

Dikutip dari pengumuman resmi Canva, karyawan yang terdampak dan meninggalkan perusahaan akan menerima kompensasi setidaknya enam bulan gaji, termasuk hak sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga menyediakan sejumlah dukungan tambahan, antara lain:

  • Perpanjangan perlindungan layanan kesehatan selama 12 bulan di negara yang menyediakan fasilitas tersebut.

  • Pendampingan karier dan persiapan wawancara kerja.

  • Akses LinkedIn Premium selama satu tahun.

  • Kesempatan bergabung dalam direktori alumni untuk membantu pencarian pekerjaan baru.

  • Hak mempertahankan laptop MacBook milik perusahaan.

Canva juga memperkenalkan Canva Collective Fund berupa hibah sebesar US$10.000 bagi mantan karyawan yang ingin membangun usaha atau menjalankan proyek sosial.

Perusahaan menyatakan tidak akan mengambil kepemilikan maupun ekuitas dari usaha yang dibangun melalui program hibah tersebut.

Canva Hadapi Perubahan Industri Teknologi

Restrukturisasi ini berlangsung ketika industri perangkat lunak dan teknologi mengalami perubahan akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam pengumuman resminya, Perkins menyebut teknologi baru telah mengubah cara masyarakat menciptakan karya, menggunakan produk digital, serta menentukan ekspektasi terhadap layanan teknologi.

Namun, Canva tidak secara eksplisit menyatakan bahwa AI menjadi penyebab langsung keputusan PHK tersebut.

Perusahaan lebih menekankan perlambatan pertumbuhan dan kebutuhan untuk menyederhanakan organisasi sebagai alasan perubahan.

Dilansir dari The Guardian, 4 November 2026, langkah Canva juga berlangsung di tengah gelombang restrukturisasi perusahaan teknologi global yang berupaya menyesuaikan struktur bisnis dan operasional dengan perubahan industri.

Canva sendiri merupakan perusahaan teknologi asal Australia yang didirikan pada 2013 oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht, dan Cameron Adams. Platform ini digunakan secara global untuk membuat berbagai kebutuhan desain, mulai dari presentasi, poster, konten media sosial, hingga materi pemasaran.

Dengan restrukturisasi tersebut, Canva berupaya menata kembali struktur organisasi dan model kerja untuk menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.

Foto: Getty Image