digoNOMIC

Ekonomi Indonesia Makin Ngebut, MBG dan KDKMP Punya Peran?

Kamis, 5 November 2026 pukul 22.29 WIB
25 views
Ekonomi Indonesia Makin Ngebut, MBG dan KDKMP Punya Peran?

Bagikan artikel:

DIGO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka 5,47 persen pada kuartal III-2026. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,04 persen. Menariknya, dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), turut mewarnai pergerakan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut terlihat dari menguatnya sejumlah komponen pengeluaran dan lapangan usaha. Konsumsi pemerintah dan sektor konstruksi menjadi dua komponen yang menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan.

Lantas, bagaimana program MBG dan KDKMP berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia?

MBG Bukan Cuma Urusan Makan Gratis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga tercermin dalam aktivitas belanja pemerintah.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 8,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026.

Angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan pada kuartal III-2025 yang mencapai 5,66 persen.

Peningkatan ini sejalan dengan naiknya realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, termasuk belanja barang yang disalurkan kepada masyarakat melalui program MBG.

"Hal ini sejalan dengan meningkatnya realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, serta meningkatnya realisasi belanja barang dan jasa utamanya pada belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis (MBG)," jelas Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Dengan demikian, pelaksanaan MBG menjadi salah satu aktivitas belanja pemerintah yang tercermin dalam perhitungan konsumsi pemerintah.

KDKMP Ikut Warnai Pertumbuhan Sektor Konstruksi

Selain MBG, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sektor konstruksi.

BPS mencatat sektor konstruksi tumbuh 6,42 persen (yoy) pada kuartal III-2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,21 persen.

Menurut Edy, pertumbuhan tersebut didorong pembangunan berbagai proyek infrastruktur oleh pemerintah maupun swasta, termasuk sejumlah program prioritas nasional.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan KDKMP, perumahan rakyat, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta revitalisasi sekolah.

"Kenaikan ini utamanya didorong oleh pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta, termasuk pembangunan program prioritas pemerintah seperti KDKMP, perumahan rakyat, sekolah rakyat, sekolah garuda, dan revitalisasi sekolah," ungkap Edy.

Sektor Konstruksi Berkontribusi 0,62 Persen

Dalam pertumbuhan ekonomi nasional kuartal III-2026, sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 0,62 persen terhadap pertumbuhan PDB.

Sektor ini termasuk dalam empat lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, bersama industri pengolahan, perdagangan, serta informasi dan komunikasi.

Hal ini memperlihatkan bahwa aktivitas pembangunan infrastruktur memiliki keterkaitan dengan pergerakan ekonomi, mulai dari kegiatan konstruksi hingga aktivitas usaha yang mendukung pembangunan tersebut.

Jadi, Apa Hubungannya dengan Ekonomi Masyarakat?

Secara sederhana, program pemerintah dapat menggerakkan aktivitas ekonomi melalui beberapa jalur.

Program MBG melibatkan belanja pemerintah untuk penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Sementara pembangunan KDKMP dan infrastruktur lainnya berkaitan dengan aktivitas konstruksi serta kebutuhan material dan jasa pembangunan.

Namun, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh kedua program tersebut. Industri pengolahan, perdagangan, informasi dan komunikasi, konsumsi rumah tangga, investasi, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya juga berperan.

Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen, data BPS menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi nasional pada kuartal III-2026.