digoNEWS

Bursa Ketum KONI Jabar Memanas, Dwi Jati Utomo Bidik Quattrick Juara PON 2028

Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 18.40 WIB
30 views
Bursa Ketum KONI Jabar Memanas, Dwi Jati Utomo Bidik Quattrick Juara PON 2028

Bagikan artikel:

DigoID,- Bursa pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat periode 2026–2030 mulai memanas. Mayor Jenderal TNI (Purn) Dwi Jati Utomo muncul sebagai salah satu kandidat kuat dengan dukungan dari sejumlah pemegang hak suara.

Dwi Jati tak sekadar menawarkan pengalaman organisasi. Mantan perwira tinggi TNI AD itu membawa target besar: mempertahankan dominasi Jawa Barat sebagai juara umum PON hingga edisi 2028.

Jika terpilih, ia membidik quattrick juara umum pada PON XXII 2028 yang digelar di NTB, NTT, dan DKI Jakarta.

Target tersebut menjadi kelanjutan dari capaian hattrick Jawa Barat di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Budiana, S.IP., M.Si.,pada PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Dwi Jati mengusung visi “Bersama Kita Juara: Mempertahankan dan Meningkatkan Prestasi Menuju Jabar Istimewa.”

Bagi dia, mempertahankan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan atlet. Pembinaan harus ditopang sport science, kesejahteraan atlet dan pelatih, serta dukungan pemerintah daerah.

“Keberhasilan KONI Jabar hanya dapat dicapai melalui sinergi yang transparan dan inklusif bersama seluruh pemegang hak suara,” kata Dwi Jati.

Pemegang hak suara yang dimaksud mencakup Pengurus Provinsi cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, hingga badan fungsional.

Bawa Pengalaman Militer ke Dunia Olahraga

Dwi Jati memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan militer. Ia pernah menjabat Kasdam III/Siliwangi, Danpussenarmed, serta Pa Sahli Tk. III Kasad Bidang Polkamnas.

Saat menjabat Kasdam III/Siliwangi, ia menangani pembinaan kewilayahan di Jawa Barat dan Banten. Sementara sebagai Danpussenarmed, ia memimpin pembinaan dan modernisasi satuan Artileri Medan.

Pengalaman tersebut menjadi modal yang ia tawarkan untuk membenahi tata kelola KONI Jabar.

Namun, rekam jejak Dwi Jati tidak berhenti di lingkungan militer. Ia juga memiliki pengalaman langsung dalam mengelola organisasi olahraga.

Saat memimpin Pengurus Provinsi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Jawa Barat periode 2019–2023, cabang olahraga hoki Jabar meraih predikat juara umum pada PON XX Papua 2021.

Kini, Dwi Jati menjabat Ketua Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Jawa Barat periode 2025–2029.

Pengalaman itu menjadi dasar keyakinannya bahwa prestasi olahraga harus dibangun melalui sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya mengandalkan momentum pertandingan.

Sport Science hingga Nasib Atlet

Salah satu agenda yang ditawarkan Dwi Jati adalah memperkuat penggunaan sport science dalam pembinaan atlet.

Ia ingin ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga lebih terintegrasi dengan program latihan. Kolaborasi dengan akademisi dan berbagai pemangku kepentingan di Jawa Barat menjadi bagian dari strategi tersebut.

Persoalan kesejahteraan atlet dan pelatih juga masuk dalam agenda yang ditawarkan.

Dwi Jati menyebut perlu ada program pembinaan berkelanjutan yang memberi kepastian masa depan bagi atlet dan pelatih, termasuk setelah mereka tidak lagi aktif berkompetisi.

Persoalan ini menjadi penting karena karier atlet memiliki batas waktu. Prestasi di arena pertandingan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan jaminan masa depan.

Di sisi lain, KONI Jabar juga dituntut memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah.

Dwi Jati menawarkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, sekaligus dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Target akhirnya bukan hanya mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai kekuatan utama olahraga nasional.

Ia ingin atlet-atlet Jabar mampu menembus level internasional.

Dwi Jati menegaskan, target tersebut membutuhkan organisasi yang solid, transparan, dan melibatkan seluruh pemegang suara.

“Melalui integritas dan tata kelola organisasi yang solid, kami optimistis mampu membawa atlet-atlet Jawa Barat tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tetapi juga berkibar di kancah internasional,” ujarnya.

Pemilihan Ketua Umum KONI Jabar periode 2026–2030 kini menjadi arena penentuan arah olahraga Jawa Barat untuk empat tahun ke depan. Bukan hanya soal siapa yang memimpin organisasi, tetapi juga siapa yang mampu menjaga standar prestasi Jabar setelah tiga kali berturut-turut menjadi juara umum PON.