digoNEWS

8 Bus DAMRI Bandung Hangus Terbakar, Api Diduga Merembet dari Permukiman Warga

Minggu, 8 November 2026 pukul 18.26 WIB
39 views
8 Bus DAMRI Bandung Hangus Terbakar, Api Diduga Merembet dari Permukiman Warga

Bagikan artikel:

DigoID, - Sebanyak delapan unit bus milik Perum DAMRI Kota Bandung hangus terbakar setelah api dari kawasan permukiman warga merembet ke area penyimpanan armada di Jalan Kebon Kawung, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Minggu (8/11/2026) sore. Kebakaran juga disertai dua kali suara ledakan yang diduga berasal dari tabung gas milik warga.

Seluruh bus yang terbakar merupakan kendaraan nonaktif yang sudah tidak digunakan untuk melayani penumpang selama lebih dari satu tahun. Meski demikian, penyebab kebakaran dan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut belum diketahui.

Petugas Logistik DAMRI Kota Bandung, Indra, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, api muncul dari bangunan di sekitar permukiman sebelum menjalar ke area penyimpanan bus.

"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB. Kemungkinan api berasal dari korsleting di rumah warga. Di bagian belakang juga kabarnya terdapat bengkel, sehingga dikhawatirkan ada percikan api dari sana yang merembet ke area kami," ujar Indra saat ditemui di lokasi kejadian.

Api yang membesar dengan cepat menjangkau deretan bus yang terparkir di bagian belakang area DAMRI. Kendaraan yang sudah lama tidak digunakan itu akhirnya hangus dan tidak dapat diselamatkan.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting dari salah satu bangunan warga maupun bengkel di sekitar lokasi. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kebakaran juga sempat membuat situasi di sekitar lokasi mencekam. Indra menyebut terdengar dua kali suara ledakan saat api melalap kawasan tersebut.

"Kalau ledakan memang ada, terdengar sekitar dua kali. Perkiraan itu berasal dari rumah warga, dikhawatirkan dari tabung gas," tuturnya.

Meski demikian, sumber ledakan belum dipastikan. Indra menduga suara tersebut bukan berasal dari bus DAMRI yang terbakar, melainkan tabung gas di rumah warga yang ikut terdampak kobaran api.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar delapan unit bus yang hangus dalam kebakaran tersebut. Seluruh kendaraan diketahui sudah tidak beroperasi selama lebih dari satu tahun.

"Kurang lebih ada delapan unit yang terdampak. Semuanya sudah tidak beroperasi sekitar satu tahun lebih," kata Indra.

Dengan kondisi tersebut, bus yang terbakar bukan armada yang sedang melayani penumpang maupun kendaraan yang tengah dipersiapkan untuk kembali beroperasi.

Indra juga memastikan kebakaran tidak mengenai fasilitas bengkel perbaikan milik DAMRI. Perusahaan telah memisahkan area penyimpanan kendaraan nonaktif dengan lokasi perawatan armada yang masih menjalani perbaikan.

"Untuk bus yang terbakar saat ini dipastikan tidak sedang dalam proses perbaikan. Kalau untuk perbaikan, lokasinya berada di sebelah sini. Semuanya sudah kami pisahkan antara bus yang sudah tidak terpakai dengan armada yang sedang diperbaiki," ujarnya.

Pemisahan area tersebut dilakukan agar kendaraan yang sudah tidak digunakan tidak bercampur dengan armada yang masih menjalani pemeliharaan.

Kebakaran menjadi perhatian karena api berasal dari kawasan permukiman yang berbatasan langsung dengan area penyimpanan kendaraan DAMRI. Dugaan sumber api dari rumah warga maupun bengkel di sekitar lokasi masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Sebelumnya, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung dilaporkan melakukan penanganan kebakaran di kawasan Kebon Kawung. Petugas berupaya melokalisasi api yang membakar badan bus.

Hingga informasi ini diperoleh, belum ada kepastian mengenai penyebab kebakaran maupun nilai kerugian akibat hangusnya delapan unit bus tersebut.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber api, asal suara ledakan, serta dampak kebakaran terhadap kawasan di sekitar area penyimpanan DAMRI.