7 Hari Menuju Piala Dunia: Rekor Gila yang Sulit Disentuh, Mbappe Sudah Sejajar dengan Dua Legenda
Kamis, 04 Juni 2026 06:45
Reporter : Tim Digo.id
DigoID - Delapan Gol, Tiga Nama, Satu Takhta! Mbappe Menyusul Leonidas dan Ronaldo di Panggung Paling Brutal Piala Dunia
Tinggal tujuh hari menuju bergulirnya pesta sepak bola terbesar di dunia. Di tengah hiruk-pikuk persiapan para kontestan, satu catatan sejarah kembali mencuri perhatian: hanya tiga pemain yang mampu menjadi predator paling mematikan di fase gugur Piala Dunia.
Mereka adalah Leonidas, Ronaldo Nazario, dan Kylian Mbappe. Ketiganya berbagi rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah fase gugur Piala Dunia FIFA dengan koleksi delapan gol. Sebuah angka yang lahir dari tekanan luar biasa, ketika satu kesalahan bisa langsung mengakhiri mimpi sebuah negara.
Fase gugur selalu menjadi panggung paling kejam dalam sepak bola. Tak ada kesempatan kedua, tak ada ruang untuk gagal. Namun justru di arena hidup-mati itulah tiga nama tersebut menjelma menjadi monster pencetak gol.
Leonidas menjadi pionir rekor tersebut jauh sebelum era modern. Pada Piala Dunia 1934, ia mencetak satu-satunya gol Brasil saat tersingkir dari Spanyol. Empat tahun berselang, sang penyerang legendaris meledak dengan tujuh gol dalam empat pertandingan dan membawa Selecao finis di posisi ketiga. Total delapan golnya bertahan sebagai standar emas selama puluhan tahun.
Puluhan tahun kemudian, Ronaldo Nazario datang dan menyamai pencapaian itu. Striker berjuluk "O Fenômeno" tampil menggila dalam tiga edisi Piala Dunia. Ia mencetak tiga gol pada fase gugur Prancis 1998, lalu menambah empat gol di Korea/Jepang 2002, termasuk dua gol yang memastikan Brasil mengangkat trofi juara dunia. Satu gol tambahan di Jerman 2006 membuat koleksinya mencapai delapan gol.
Kini, rekor tersebut juga menjadi milik Kylian Mbappe. Penyerang Prancis itu mencapainya dalam waktu yang jauh lebih singkat. Hanya dalam delapan laga fase gugur di Rusia 2018 dan Qatar 2022, Mbappe sudah mengoleksi delapan gol.
Yang paling membekas tentu penampilannya di final Piala Dunia 2022. Saat Prancis nyaris menyerah, Mbappe mengamuk dengan mencetak hat-trick ke gawang Argentina. Meski Les Bleus akhirnya kalah lewat adu penalti, malam itu mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling berbahaya dalam sejarah turnamen.
Fakta yang membuat rekor ini terasa lebih mencengangkan adalah usia Mbappe yang masih berada di puncak karier. Jika kembali tampil di Piala Dunia berikutnya, peluangnya untuk berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol fase gugur terbuka sangat lebar.
Delapan gol. Tiga generasi. Tiga legenda. Namun dengan waktu yang masih berpihak kepadanya, Mbappe berpeluang mengubah rekor bersama itu menjadi miliknya seorang diri. Dan dunia hanya tinggal menunggu kapan sejarah berikutnya tercipta.
