Bojan Hodak Pergi Saat Persib di Puncak! Haji Umuh Bongkar Alasan Mengejutkan: “Dia Hampir Menangis…”
Selasa, 26 Mei 2026 15:32
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Di saat Bobotoh masih mabuk pesta hattrick juara dan Persib baru saja memasang “bintang lima” di dadanya, kabar mengejutkan justru meledak dari Graha Persib. Bojan Hodak, pelatih paling sukses dalam sejarah Maung Bandung, resmi mundur.
Kabar itu bukan rumor. Bukan pula drama negosiasi kontrak. Yang mengumumkan langsung adalah Manajer Persib, H. Umuh Muchtar.
Dan suasananya emosional.
Di balik tiga gelar liga beruntun yang mengangkat Persib ke level paling elite di Indonesia, ternyata Bojan selama ini diam-diam berjuang melawan kondisi kesehatannya sendiri.
“Resmi Bojan Hodak mengundurkan diri,” kata Haji Umuh di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung, Selasa (26/5/2026).
Kalimat itu langsung terasa seperti petir bagi Bobotoh.
Sebab, Bojan bukan sekadar pelatih biasa. Ia adalah sosok yang mengubah Persib menjadi mesin juara. Tiga musim beruntun, tiga trofi liga. Sebuah sejarah yang bahkan sulit dibayangkan beberapa tahun lalu.
“Beliau pelatih terbaik selama Persib berdiri. Luar biasa. Berkat dia juga Persib sekarang punya bintang lima,” ujar Haji Umuh.
Namun di balik kejayaan itu, tersimpan cerita yang selama ini nyaris tak diketahui publik.
Bojan Ternyata Sering Bolak-Balik Berobat
Haji Umuh membongkar bahwa keputusan Bojan mundur bukan dipicu konflik internal, bukan pula karena tawaran klub lain. Pelatih asal Kroasia itu disebut ingin menyelamatkan kesehatannya dan kembali dekat dengan keluarga.
“Dia sering bolak-balik kontrol kesehatan. Memang sebenarnya dia sakit,” ungkap Haji Umuh.
Pernyataan itu langsung memunculkan shock tersendiri. Di tengah tekanan besar membawa Persib terus juara, Bojan ternyata menjalani pertarungan pribadi yang tak banyak diketahui orang.
Tak hanya itu, faktor keluarga juga menjadi alasan kuat.
Anaknya kini mulai masuk perguruan tinggi dan Bojan disebut ingin menikmati hidup yang lebih tenang setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan sepak bola.
“Dia ingin lebih dekat dengan keluarga,” katanya.
Momen Haru: Bojan Disebut Berkaca-kaca
Bagian paling emosional muncul saat Haji Umuh menceritakan detik-detik Bojan menyampaikan keputusan mundur.
Menurutnya, setelah Persib memastikan gelar juara, Bojan sempat berbicara empat mata dengannya. Namun suasana kala itu jauh dari euforia.
“Dia seperti berkaca-kaca. Tidak berani bicara langsung ke saya,” tutur Haji Umuh.
Bahkan saat momen perpisahan di Bahe, Bojan disebut hampir menangis di depan manajemen Persib.
“Semua lihat dia seperti mau menangis,” lanjutnya.
Kalimat itu membuat banyak Bobotoh langsung tersentak. Sosok yang selama ini dikenal dingin dan tenang di pinggir lapangan ternyata menyimpan beban emosional besar saat harus meninggalkan klub yang dibawanya ke puncak sejarah.
Persib Tak Mau Kehilangan Total
Meski resmi melepas kursi pelatih kepala, Persib ternyata belum benar-benar membiarkan Bojan pergi.
Manajemen sudah menyiapkan jabatan baru untuknya sebagai penasihat teknis klub.
Artinya, Bojan masih akan berada di sekitar Persib, meski tidak lagi berdiri di area teknis setiap pertandingan.
“Dia tidak akan melatih klub lain. Dia hanya ingin pekerjaan yang lebih tenang,” kata Haji Umuh.
Keputusan ini dinilai sebagai cara Persib menjaga DNA kemenangan yang sudah dibangun Bojan selama tiga musim terakhir.
Igor Tolic Naik Takhta
Tak butuh waktu lama, Persib langsung bergerak menentukan suksesor.
Nama Igor Tolic resmi disiapkan menjadi pelatih kepala baru musim 2026-2027.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Igor dianggap paling memahami isi ruang ganti Persib, karakter pemain, hingga filosofi permainan yang dibangun Bojan.
“Daripada cari pelatih luar yang belum jelas, saya lihat Igor levelnya sama,” ujar Haji Umuh.
Selama ini Igor memang bukan sosok asing. Ia sudah lama menjadi tangan kanan Bojan dan beberapa kali dipercaya memimpin latihan maupun memberi instruksi saat Bojan beristirahat.
“Igor sudah biasa kasih motivasi dan arahan ke pemain,” katanya.
Trauma Persib Cari Pelatih Besar
Dalam pernyataannya, Haji Umuh juga sempat menyinggung pengalaman Persib saat mendatangkan nama besar dari luar negeri.
Ia menyebut pelatih hebat belum tentu cocok dengan tekanan dan kultur sepak bola Bandung.
“Dulu Luis Milla pelatih hebat, mantan pelatih timnas juga. Tapi ternyata kewalahan,” ujarnya.
Pernyataan itu seperti menjadi sinyal bahwa Persib kini memilih stabilitas ketimbang perjudian besar dengan pelatih asing baru.
Era Baru Dimulai, Bobotoh Deg-degan
Kepergian Bojan menjadi akhir dari era emas Persib yang mungkin akan dikenang sepanjang masa.
Ia datang tanpa banyak sorotan, tetapi pergi sebagai legenda.
Kini tongkat estafet berpindah ke Igor Tolic. Tantangannya brutal: mempertahankan tradisi juara di tengah ekspektasi Bobotoh yang sudah telanjur melambung tinggi.
Dan satu pertanyaan besar kini menggantung di Bandung:
Mampukah Persib tetap seganas era Bojan Hodak, atau justru mulai memasuki masa penuh ketidakpastian setelah ditinggal pelatih terbaiknya?
