Drama 120 Menit, Tangis Arsenal Pecah! PSG Sabet Liga Champions Lewat Adu Penalti yang Menyiksa
Minggu, 31 Mei 2026 06:27
Reporter : Tim Digo.id
DigoID – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya menuntaskan dahaga panjang yang selama bertahun-tahun menghantui mereka. Dalam final Liga Champions yang berlangsung penuh ketegangan di Puskas Arena, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) waktu setempat, raksasa Prancis itu menjungkalkan Arsenal lewat adu penalti 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Malam yang semula tampak akan menjadi pesta Arsenal berubah menjadi mimpi buruk. Satu tendangan yang melambung ke langit dari Gabriel Magalhaes menjadi momen paling menyakitkan bagi The Gunners sekaligus titik ledak euforia PSG yang akhirnya mengangkat trofi paling bergengsi di Eropa.
Arsenal sebenarnya mengawali laga dengan sempurna. Baru enam menit pertandingan berjalan, Kai Havertz membungkam pendukung PSG setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang. Penyerang Jerman itu berlari menerobos pertahanan lawan dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Matvei Safonov.
Gol cepat tersebut membuat Arsenal berada di atas angin. Namun PSG menunjukkan mental juara. Setelah terus menekan sepanjang pertandingan, wakil Prancis itu mendapatkan hadiah penalti di babak kedua usai Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak terlarang.
Ousmane Dembele yang maju sebagai algojo tampil dingin. Tembakannya ke sisi kiri gawang membuat David Raya bergerak ke arah berlawanan. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat final semakin panas.
Ketegangan memuncak saat laga memasuki babak tambahan. Arsenal sempat mengamuk ketika Noni Madueke terjatuh dalam duel dengan Nuno Mendes di menit ke-102. Mikel Arteta dan para pemain The Gunners melancarkan protes keras karena menilai timnya layak mendapat penalti.
Namun wasit Daniel Siebert bergeming. Keputusan itu memicu kontroversi dan menjadi salah satu momen paling panas dalam pertandingan.
Meski Arsenal tampil lebih agresif pada extra time kedua, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Nasib juara akhirnya ditentukan melalui adu penalti yang menguras mental.
PSG membuka adu penalti dengan sempurna melalui Goncalo Ramos. Arsenal membalas lewat Viktor Gyokeres. Namun petaka datang saat Eberechi Eze gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya melebar.
PSG terus menjaga keunggulan. Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor. Arsenal sempat bertahan melalui Martinelli dan Gyokeres, tetapi tekanan luar biasa di tendangan terakhir membuat Gabriel Magalhaes kehilangan ketenangan.
Bek Brasil itu melepaskan tendangan yang melambung jauh di atas mistar. Seketika para pemain PSG berhamburan ke lapangan merayakan kemenangan, sementara pemain Arsenal tersungkur menahan kecewa.
Skor adu penalti 4-3 memastikan PSG berdiri di puncak Eropa. Trofi yang selama ini selalu lolos dari genggaman akhirnya berhasil mereka rebut lewat salah satu final paling dramatis dalam sejarah kompetisi.
Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi luka yang akan sulit dilupakan. Mereka hanya berjarak satu tendangan dari mimpi menjadi raja Eropa, namun justru harus menyaksikan PSG berpesta di malam yang seharusnya bisa menjadi milik mereka.
