Euforia Juara Persib Ternoda! Video Oknum Bobotoh Bogem Sesama Suporter Viral, Viking Langsung Pecat Pelaku
Jumat, 29 Mei 2026 08:31
Reporter : Tim Digo.id
DigoID — Pesta hattrick juara Persib Bandung yang seharusnya penuh kebanggaan mendadak berubah pahit. Di tengah lautan biru yang merayakan gelar Liga 1 secara beruntun, jagat media sosial justru diguncang video brutal: seorang pria beratribut Persib diduga menghajar sesama Bobotoh saat konvoi kemenangan berlangsung di pusat Kota Bandung.
Video itu langsung memantik kemarahan publik. Bukan hanya karena aksi kekerasannya, tapi karena korban dan pelaku sama-sama mengenakan identitas pendukung Maung Bandung. Ironisnya lagi, pemukulan terjadi di tengah momen yang mestinya menjadi pesta persatuan Bobotoh.
Bogem di Tengah Konvoi Juara
Insiden itu disebut terjadi di Jalan Merdeka, tepat di depan Bandung Indah Plaza (BIP). Dalam video viral yang beredar luas, tampak seorang pria bertubuh tinggi memakai jersey Persib bernomor punggung 7 mendatangi pengendara motor RX King yang juga ikut konvoi.
Pria tersebut terlihat emosi, menunjuk-nunjuk korban sambil melontarkan kemarahan. Sementara sang pengendara hanya tersenyum dan tak membalas provokasi.
Namun situasi mendadak memanas. Oknum Bobotoh itu diduga melayangkan dua pukulan telak ke arah korban. Mengejutkannya, korban tetap memilih diam dan tidak melakukan perlawanan sedikit pun.
Narasi yang beredar menyebut pelaku diduga berada dalam kondisi mabuk berat saat kejadian berlangsung. Beruntung, sejumlah Bobotoh lain bersama rekan pelaku langsung turun tangan mengamankan situasi sebelum keributan meluas.
Viral dan Bikin Bobotoh Geram
Aksi tersebut sontak memicu gelombang kecaman dari warganet. Banyak Bobotoh mengaku kecewa karena tindakan anarkistis itu muncul di saat Persib baru saja mencetak sejarah sebagai juara tiga musim beruntun.
“Persib juara, tapi malah ternoda ulah segelintir orang,” tulis salah satu komentar yang ramai disorot di media sosial.
Belakangan diketahui korban dan pelaku sudah dipertemukan dalam proses mediasi di kantor polisi. Meski begitu, hingga kini korban disebut belum membuat laporan resmi.
Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan hal tersebut.
“Belum bikin laporan,” ujarnya singkat.
Viking Murka: ‘Salah Tetap Salah!’
Insiden itu langsung direspons keras oleh Viking Persib Club. Organisasi suporter terbesar Persib tersebut menegaskan tidak akan membela pelaku meski berasal dari internal Bobotoh.
“Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolerir. Salah tetap salah,” tulis pernyataan resmi Viking.
Hasil penelusuran internal menyebut terduga pelaku berasal dari distrik Viking Frontline dan United Colors of Bobotoh.
Meski begitu, Viking menegaskan aksi brutal itu sama sekali tidak mewakili mayoritas Bobotoh yang mengikuti konvoi secara damai dan tertib.
Dicabut Keanggotaan, Diserahkan ke Polisi
Sebagai bentuk sanksi tegas, Viking memastikan para pelaku sudah dipanggil dan diminta bertanggung jawab langsung kepada korban beserta keluarganya.
Tak berhenti di situ, organisasi suporter tersebut juga resmi mencabut kartu keanggotaan pelaku karena dianggap melakukan pelanggaran berat.
“Terkait hal tersebut, para pelaku dicabut kartu keanggotaannya karena dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap aturan organisasi,” tulis Viking.
Viking juga memastikan tidak akan memberikan bantuan hukum apa pun kepada pelaku dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada kepolisian.
“Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tidak akan melakukan intervensi maupun pendampingan hukum,” tegas mereka.
Bobotoh Diminta Jangan Rusak Nama Besar Persib
Anggota Viking Persib Club, Ferdy Rizky Adilya, menyebut persoalan tersebut sudah ditempuh lewat penyelesaian internal tanpa menghalangi proses hukum yang berlaku.
Ia juga meminta seluruh Bobotoh tidak terprovokasi dan menjaga atmosfer kemenangan Persib agar tidak berubah menjadi konflik internal yang memalukan.
“Persib sudah mencatat sejarah hattrick champion. Jangan sampai dirusak tindakan anarkistis,” katanya.
Menurut Ferdy, kultur Bobotoh saat ini sudah jauh lebih dewasa dan harus mampu menjaga nama baik Persib, bukan malah mencorengnya di mata publik Indonesia maupun dunia.
“Bobotoh harus jadi kebanggaan, bukan sumber keributan,” pungkasnya.
