digoNEWS

Temon Meninggal Akibat Serangan Jantung, Istri Ungkap Detik-Detik Terakhir

Senin, 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
30 views
Temon Meninggal Akibat Serangan Jantung, Istri Ungkap Detik-Detik Terakhir

Bagikan artikel:

DigoID, - Dunia hiburan Indonesia berduka. Komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi setelah mengalami serangan jantung. Sang istri, Mae, menceritakan bagaimana kondisi suaminya memburuk hanya dalam hitungan menit hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Jenazah Temon kini disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Almarhum dijadwalkan dimakamkan pada Senin (13/7/2026) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Mae mengatakan firasat buruk sama sekali tidak muncul sebelum Minggu pagi. Menurutnya, Temon dikenal sebagai sosok yang jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.

"Selama ini dia hampir tidak pernah mengeluh sakit. Karena itu, ketika pagi tadi dia bilang merasa kesakitan, saya langsung merasa kondisinya serius dan mengajaknya segera ke rumah sakit," ujar Mae.

Sesampainya di rumah sakit, Temon langsung menjalani pemeriksaan. Tim medis melakukan rekam jantung untuk mengetahui penyebab nyeri yang dirasakannya.

"Begitu tiba kami langsung mendaftar. Dokter bergerak cepat, suami saya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan rekam jantung," katanya.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh jantung yang diduga memicu serangan jantung.

"Dokter menjelaskan ada penyumbatan di jantung yang mengarah pada serangan jantung. Mendengar itu saya hanya bisa meminta mereka melakukan apa pun agar suami saya bisa tertolong," ungkap Mae.

Saat itu, kata Mae, Temon masih sadar dan masih bisa diajak berbicara. Dokter kemudian memberikan obat pereda nyeri, mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, serta melakukan foto rontgen.

"Semua tindakan langsung dilakukan. Dokter memberikan obat, mengambil sampel darah, sampai pemeriksaan rontgen. Kami benar-benar berharap kondisinya membaik," tuturnya.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, Temon kembali ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dokter kemudian memberikan obat di bawah lidah yang biasa digunakan untuk membantu kerja jantung. Namun, kondisinya tidak menunjukkan perkembangan.

"Obat sudah diberikan sampai dua kali, tetapi rasa sakit yang dia alami tidak juga berkurang. Kami terus menunggu sambil berharap ada perubahan," katanya.

Mae mengatakan suaminya masih dalam kondisi sadar, tetapi mulai terlihat semakin lemah. Temon tampak mengantuk dan beberapa kali menguap sambil terus menahan rasa sakit.

"Dia masih bisa merespons, tetapi tubuhnya mulai lemas. Saya melihat kondisinya semakin menurun walaupun dia masih berusaha bertahan," ujarnya.

Tak lama kemudian, kondisi Temon berubah drastis. Mae melihat suaminya menarik napas panjang sebelum akhirnya tidak lagi memberikan respons.

"Tiba-tiba dia menarik napas sangat dalam. Setelah itu saya merasa ada sesuatu yang tidak beres dan langsung memanggil dokter," kata Mae.

Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) selama beberapa waktu. Namun, seluruh upaya penyelamatan itu tidak berhasil.

"Dokter dan perawat sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan. Saya diminta menunggu di luar ruangan, tetapi akhirnya mereka menyampaikan bahwa suami saya tidak bisa diselamatkan," tuturnya.

Mae menyebut seluruh proses penanganan berlangsung sekitar pukul 08.22 WIB. Beberapa menit kemudian, tepat pukul 08.37 WIB, dokter menyatakan Temon meninggal dunia.

Ia juga mengaku tidak pernah mengetahui suaminya memiliki riwayat penyakit jantung. Selama ini, Temon hanya diketahui menderita hipertensi.

"Selama ini kami hanya tahu dia punya tekanan darah tinggi. Tidak pernah ada diagnosis penyakit jantung, jadi kabar ini benar-benar membuat kami syok," ucapnya.

Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga, Mae mengaku ada satu penyesalan yang terus membekas. Temon pergi begitu cepat tanpa sempat mengucapkan pesan terakhir.

"Yang paling membuat saya sedih, dia pergi tanpa sempat mengatakan apa pun kepada kami. Tidak ada pesan terakhir yang bisa kami kenang," pungkasnya.