digoSPORT

Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Gol Ferran Torres di Menit 106 Hentikan Mimpi Messi dan Argentina

Senin, 20 Juli 2026 pukul 07.29 WIB
38 views
Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Gol Ferran Torres di Menit 106 Hentikan Mimpi Messi dan Argentina

Bagikan artikel:

DIgoID, - Spanyol kembali berdiri di puncak sepak bola dunia. La Roja menaklukkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia FIFA 2026 di New York, New Jersey, Minggu (20/7), lewat gol dramatis Ferran Torres pada menit ke-106.

Kemenangan ini menjadi gelar Piala Dunia kedua Spanyol setelah terakhir kali mengangkat trofi pada 2010. Di sisi lain, hasil tersebut mengakhiri mimpi Lionel Messi menutup karier internasionalnya dengan trofi dunia kedua bersama Argentina.

Torres, yang masuk dari bangku cadangan, menjadi pembeda di laga yang berlangsung ketat selama lebih dari 100 menit. Gol berawal dari sundulan Nico Williams yang menyambut umpan Pedro Porro di tiang jauh. Bola jatuh di kaki Torres, yang tanpa ampun melepaskan tembakan ke sudut atas gawang Emiliano Martinez.

Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta dalam laga yang sepenuhnya dikuasai Spanyol.

Statistik menunjukkan dominasi mutlak tim asuhan Luis de la Fuente. Argentina bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan selama 90 menit pertandingan. Sebaliknya, Emiliano Martinez dipaksa bekerja ekstra dengan mencatat 12 penyelamatan sebelum akhirnya takluk di babak tambahan.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif. Lamine Yamal hampir membuka skor pada menit kelima, namun tembakannya masih bisa ditepis Martinez. Dani Olmo, Mikel Oyarzabal, Marc Cucurella hingga Pedri bergantian mengancam pertahanan Argentina.

Namun, rapatnya lini belakang La Albiceleste dan penampilan luar biasa Martinez membuat skor 0-0 bertahan hingga waktu normal usai.

Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua pada penghujung pertandingan. Bermain dengan 10 orang di babak tambahan, pasukan Lionel Scaloni dipaksa bertahan total.

Masalah belum selesai. Argentina juga kehilangan dua bek tengah utamanya. Lisandro Martinez ditarik keluar sebelum jeda, sedangkan Cristian Romero harus meninggalkan lapangan pada menit ke-70 akibat cedera.

Meski pincang dan bermain dengan 10 pemain, Argentina tetap bertahan habis-habisan. Namun, tekanan tanpa henti Spanyol akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-106.

Bagi Lionel Messi, final ini menambah catatan bersejarah sekaligus menyakitkan. Di usia 39 tahun 25 hari, kapten Argentina itu menjadi pemain lapangan tertua yang tampil di final Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain kedua setelah Cafu yang tampil di tiga final Piala Dunia, yakni 2014, 2022, dan 2026.

Sayangnya, panggung bersejarah itu ditutup tanpa akhir yang diharapkan.

Di kubu Spanyol, kemenangan ini semakin terasa spesial. Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, yang sama-sama masih berusia 19 tahun, masuk dalam daftar remaja yang pernah tampil dan menang di final Piala Dunia, mengikuti jejak Pelé, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappe.

Pelatih Luis de la Fuente pun mencetak sejarah sebagai pelatih tertua yang memenangkan Piala Dunia. Ia meraih trofi pada usia 65 tahun 28 hari, melampaui rekor Vicente del Bosque.

"Saya sangat bangga dengan generasi pemain ini. Mereka adalah sebuah keluarga dan menjadi kebanggaan Spanyol. Bersama-sama, kami lebih kuat," kata De la Fuente usai laga.

Ia mengakui timnya seharusnya bisa mengakhiri pertandingan lebih cepat.

"Pertandingan ini seharusnya selesai lebih awal. Penyelamatan luar biasa Dibu membuat kami harus menunggu lebih lama. Tapi ini final Piala Dunia, dan Anda harus terus berjuang sampai akhir," ujarnya.

Selain menjadi juara dunia, Spanyol juga mencatat rekor impresif. Mereka menjuarai turnamen hanya dengan kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026.

Malam di New York menjadi milik La Roja. Sementara bagi Messi dan Argentina, final ini akan dikenang sebagai pertarungan terakhir yang berakhir pahit di bawah sorotan lampu panggung terbesar sepak bola dunia.