Resmi! PERSIB Perkenalkan Mariano Peralta di Saung Angklung Udjo, Bobotoh Akhirnya Tak Lagi Menebak

Bagikan artikel:
DigoID, - Penantian Bobotoh terjawab. PERSIB Bandung resmi mengumumkan Mariano Peralta sebagai rekrutan anyar untuk musim 2026/2027 dalam acara "Jagoan Baru" di Saung Angklung Udjo, Minggu (19/7/2026).
Berbeda dari pengumuman pemain yang biasanya digelar di stadion atau media sosial, Maung Bandung memilih panggung budaya untuk memperkenalkan penyerang asal Argentina tersebut.
Nama Peralta diumumkan lewat sebuah jersey yang ditutupi kain. Saat penutup dibuka, tulisan "PERALTA" di punggung jersey langsung memicu sorak Bobotoh yang memenuhi lokasi acara.
Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi yang beredar dalam beberapa hari terakhir mengenai identitas "Jagoan Baru" PERSIB.
Mariano Peralta diproyeksikan menjadi amunisi baru di lini depan tim asuhan Igor Tolić. Kehadirannya diharapkan mampu menambah daya gedor sekaligus memperluas opsi taktik PERSIB yang tengah membangun skuad kompetitif untuk menghadapi musim baru.
Meski belum hadir secara langsung di Bandung, Peralta sudah lebih dulu berpamitan dengan klub sebelumnya melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menutup perjalanan dua musimnya dengan pesan emosional.
"Dua musim ini sungguh tak terlupakan. Kalian membuat saya merasa seolah-olah tidak pernah jauh dari rumah. Saya pergi dengan hati yang penuh rasa syukur. Terima kasih untuk segalanya," tulis Peralta.
Unggahan tersebut menjadi sinyal kuat sebelum akhirnya PERSIB mengonfirmasi transfer sang pemain.
Di luar transfer pemain, PERSIB juga membawa pesan lain dalam peluncuran kali ini. Klub menggelar acara di Saung Angklung Udjo sebagai bagian dari kampanye Positive Movement yang menggabungkan sepak bola dan pelestarian budaya Sunda.
Acara dibuka dengan pertunjukan angklung yang memperkenalkan sejarah dan filosofi alat musik khas Jawa Barat itu. Bobotoh yang hadir tak hanya menyaksikan pengumuman pemain anyar, tetapi juga diajak mengenal kembali salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.
Langkah ini menjadi pendekatan yang berbeda dari PERSIB. Di tengah era sepak bola modern yang identik dengan gemerlap panggung dan video sinematik, klub memilih mengangkat identitas lokal sebagai bagian dari narasi besarnya.
Peluncuran Mariano Peralta pun ditutup dengan permainan angklung bersama. Simbol yang ingin disampaikan cukup jelas: sepak bola dan budaya bisa berjalan beriringan.
Kini, perhatian Bobotoh beralih ke satu hal yang lebih penting—seberapa cepat Mariano Peralta bisa beradaptasi dan menjawab ekspektasi di lapangan.
Musim baru segera dimulai, dan nama Peralta resmi masuk dalam daftar harapan baru publik Bandung.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






