Perancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026, Ada Gengsi dan Rp32 Miliar yang Dipertaruhkan

Bagikan artikel:
DigoID, - Piala Dunia 2026 belum selesai bagi Timnas Inggris dan Perancis. Meski sama-sama gagal menembus final, dua raksasa Eropa itu masih punya satu pertandingan tersisa: perebutan peringkat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Laga ini mempertemukan dua tim yang baru saja menelan kekecewaan di semifinal. Inggris tumbang 1-2 dari Argentina, sementara Perancis dihentikan Spanyol dengan skor 0-2.
Banyak penggemar menganggap perebutan peringkat ketiga sebagai "pertandingan hiburan" yang minim gengsi. Namun, FIFA punya alasan kuat untuk tetap mempertahankannya dalam kalender resmi Piala Dunia.
Pertama, pertandingan ini menentukan siapa yang finis di posisi ketiga dan keempat. Status tersebut bukan sekadar catatan statistik, tetapi juga memengaruhi poin peringkat FIFA karena masuk kategori pertandingan resmi.
Artinya, hasil laga Perancis vs Inggris memiliki bobot lebih besar dibanding laga persahabatan. Tim pemenang juga berhak membawa pulang medali perunggu sebagai simbol pencapaian terbaik ketiga di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Ada pula faktor yang sulit diabaikan: uang.
Tim yang finis di peringkat ketiga akan menerima hadiah sebesar 29 juta dollar AS atau sekitar Rp472 miliar (kurs Rp16.300 per dollar AS). Sementara tim peringkat keempat memperoleh 27 juta dollar AS atau sekitar Rp440 miliar.
Dengan kata lain, ada selisih 2 juta dollar AS atau sekitar Rp32 miliar yang diperebutkan dalam satu pertandingan.
Tak hanya itu, perebutan posisi ketiga juga menjadi bagian dari tradisi panjang Piala Dunia. Pertandingan ini pertama kali digelar pada edisi 1934 di Italia.
Saat itu, Jerman mengalahkan Austria dengan skor 3-2 untuk mengamankan posisi ketiga.
Pada Piala Dunia perdana tahun 1930, pertandingan perebutan tempat ketiga belum ada. Amerika Serikat kemudian ditetapkan sebagai peringkat ketiga berdasarkan selisih gol.
Format tersebut sempat dihapus pada Piala Dunia 1950 karena fase akhir menggunakan sistem grup. Namun sejak 1954, FIFA kembali menggelar laga perebutan tempat ketiga dan mempertahankannya hingga Piala Dunia 2026.
Menariknya, sejumlah momen ikonik justru lahir dari pertandingan yang sering dianggap "tidak penting" ini.
Salah satunya terjadi pada Piala Dunia 2002 ketika striker Turkiye, Hakan Sukur, mencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia hanya dalam 11 detik ke gawang Korea Selatan.
Kini, Inggris dan Perancis akan menambah babak baru dalam sejarah tersebut.
Bagi Inggris, kemenangan bisa menjadi pelipur lara setelah mimpi mengangkat trofi kembali tertunda. Sementara bagi Perancis, posisi ketiga menjadi kesempatan terakhir untuk pulang dengan kepala tegak.
Jadi, meski bukan final, pertandingan ini tetap menyimpan gengsi, sejarah, dan puluhan miliar rupiah yang dipertaruhkan.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






