Potongan MH370 Ditemukan Seorang Nelayan di Madagaskar
Minggu, 18 Desember 2022 14:00
Reporter : Hartifiany Praisra
Ilustrasi pesawat terbang.
PERTH -- Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 yang terjadi pada 2014 masih menjadi misteri sampai hari ini. Baru-baru ini ditemukan potongan yang diduga bagian pesawat MH370 di perairan Madagaskar, Afrika.
Dengan ditemukannya potongan pesawat tersebut, semakin menguatkan bahwa salah seorang pilot sengaja melakukan pendaratan pesawat. Hal ini juga mendukung teori mengenai pesawat MH370 sengaja dijatuhkan.
Sebagai informasi, pesawat Malaysia Airlines MH370 dinyatakan hilang kontak pada 8 Maret 2014. Pesawat tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia dengan tujuan akhir ke Beijing, China.
Terdapat 239 orang di dalam pesawat naas itu, termasuk enam warga Australia. Sampai saat ini, hilangnya pesawat MH370 menjadi salah satu misteri terbesar yang belum terpecahkan di dunia penerbangan.
Melansir 9 News, seorang nelayan di Madagaskar menemukan potongan pesawat yang diduga berasal dari MH370. Potongan tersebut diduga adalah bagian dari pintu kerusakan darurat pesawat.
Sesungguhnya, penemuan potongan ini sudah sejak 2017. Akan tetapi, sang nelayan baru melaporkannya kurang lebih sebulan yang lalu.
Menurut penuturannya, nelayan itu awalnya hanya menyangka potongan tersebut sebagai rongsokan. Bagian dari pesawat itu juga sempat digunakan oleh keluarganya sebagai papan untuk cuci pakaian.
Setelah adanya laporan itu, bagian pintu pendaratan darurat yang ditemukan di Madagaskar, sudah diserahkan pada pihak berwenang.
Adanya penemuan ini terungkap dalam laporan dari insinyur Inggris, Richard Godfrey, dan seorang pakar MH370 asal Amerika Serikat, Blaine Gibson, menyatakan bahwa kerusakan pada bagian roda pendaratan pesawat itu merupakan sebuah petunjuk akan adanya upaya pendaratan sengaja untuk menurunkan pesawat.
Apabila pesawat harus melakukan pendaratan di atas air, pilot dilatih untuk menarik kembali roda pendaratan pesawat lalu menurunkan tutupnya guna memastikan pendaratan yang terkendali.
Akan tetapi, sayap pada MH370 diyakini tidak ditarik sebagai upaya memperlambat kecepatan pesawat serta memperpanjang peralatan pendaratan. Hal tersebut menyebabkan runtuhnya badan pesawat saat pesawat dengan kecepatan tinggi menghantam laut.
Keduanya menyimpulkan bahwa pesawat tersebut memang sengaja dijatuhkan.
“Tingkat kerusakan dengan retakan di semua sisi dan kekuatan penetrasi yang ekstrem dan menembus puing-puing mengarah pada kesimpulan bahwa akhir bahwa penerbangan berubah menjadi penyelaman berkecepatan tinggi yang kemungkinan dirancang untuk memastikan pesawat hancur berkeping-keping," begitu isi laporan tersebut.
Sampai sekarang memang terdapat banyak teori mengenai hilangnya pesawat MH370. Salah satu yang paling diyakini adalah pilot Zaharie Ahmad Shah sengaja menjatuhkan pesawat itu ke laut.
