digoNEWS

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Sutrimo

Senin, 27 Juli 2026 pukul 09.00 WIB
27 views
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Sutrimo

Bagikan artikel:

DigoID, - Sutrimo (42), penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, meninggal dunia. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya dan meminta publik tidak buru-buru menarik kesimpulan.

Sutrimo, warga Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan meninggal pada Kamis, 23 Juli 2026. Informasi yang beredar menyebutkan korban sempat mengeluhkan sakit kepada rekan dan kerabat sebelum ditemukan tidak sadarkan diri.

Saat didatangi, Sutrimo disebut sudah dalam kondisi tak sadarkan diri dengan busa keluar dari mulut dan hidung. Ia kemudian ditemukan di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebelum dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Pihak rumah sakit menyatakan korban tiba dalam kondisi meninggal dunia.

Kasus ini kini ditangani Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, mulai dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga orang-orang yang mengetahui kronologi kejadian.

Polisi juga menelusuri rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal Sutrimo ditemukan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan belum ada kesimpulan terkait penyebab kematian korban.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," kata Budi.

Di tengah proses penyelidikan, kematian Sutrimo ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah unggahan mengaitkan peristiwa tersebut dengan kasus dugaan korupsi batu bara yang belakangan menyeret nama Febrie Adriansyah.

Narasi yang beredar juga menyinggung dugaan keterlibatan almarhum dalam proyek batu bara di Jambi berdasarkan pernyataan pihak keluarga. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari penyidik yang membenarkan adanya hubungan antara kematian Sutrimo dengan perkara tersebut.

Kasus ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap Febrie Adriansyah. Dalam beberapa pekan terakhir, nama mantan Jampidsus itu menjadi perhatian setelah rumahnya di Sentul digeledah pada 8 Juli 2026. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik disebut menemukan 74 kilogram emas dan uang tunai Rp67 miliar.

Setelah itu, Febrie menggelar konferensi pers pada 10 Juli 2026, lalu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jampidsus sehari kemudian. Pada 26 Juli 2026, Jaksa Agung ST Burhanuddin juga menyatakan komitmennya untuk mengusut perkara yang berkaitan dengan Febrie secara transparan.