digoNEWS

Kelompok Ambon Bantah Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid Jadi Pemicu Bentrokan Maut di Menteng

Senin, 27 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
80 views
Kelompok Ambon Bantah Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid Jadi Pemicu Bentrokan Maut di Menteng

Bagikan artikel:

DigoID, - Narasi yang beredar di media sosial soal kelompok etnis Ambon makan nasi uduk tanpa membayar hingga merusak masjid dalam bentrokan maut di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, dibantah pihak keluarga dan kuasa hukum.

Advokat kelompok etnis Ambon, Nefton Alfares, menegaskan insiden yang menewaskan satu orang pada Minggu (26/7) itu dipicu cekcok setelah suara knalpot motor dianggap mengganggu warga yang sedang duduk di sekitar lokasi.

"Faktanya bukan karena urusan makan. Peristiwa ini berawal dari suara motor yang dianggap terlalu bising, lalu terjadi adu mulut yang akhirnya membesar," kata Nefton usai mendampingi pemeriksaan di Polsek Menteng, Minggu malam.

Menurut Nefton, anggota kelompok Ambon yang berada di lokasi tidak pernah membeli maupun makan nasi uduk seperti yang ramai disebut di media sosial. Ia menyebut mereka baru selesai makan bubur ayam di sekitar Jalan Tambak sebelum insiden terjadi.

"Kami minta publik tidak langsung percaya informasi yang belum terverifikasi. Saudara-saudara kami tidak makan di warung nasi uduk itu. Jangan sampai opini yang berkembang justru memperkeruh situasi," ujarnya.

Tak hanya itu, Nefton juga membantah tudingan bahwa kelompok Ambon melakukan perusakan terhadap sebuah masjid yang berada di dekat lokasi bentrokan. Ia menilai munculnya isu tersebut berpotensi memancing sentimen antarkelompok.

"Masjid itu memang berada di dekat titik kejadian. Tapi tidak ada tindakan yang disengaja untuk merusak tempat ibadah. Jangan sampai ada stigma yang dibangun dari informasi yang tidak utuh," katanya.

Pernyataan itu muncul di tengah derasnya penyebaran video dan unggahan di media sosial yang menyebut bentrokan dipicu persoalan sepele, mulai dari nasi uduk yang tidak dibayar hingga aksi vandalisme terhadap rumah ibadah.

Di sisi lain, Nefton meminta polisi menangkap seluruh pihak yang terlibat dalam bentrokan tersebut. Ia menyebut dua orang dari kelompok Ambon juga menjadi korban dalam peristiwa itu.

"Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses. Jangan ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum. Semua yang terekam dan bisa diidentifikasi harus diperiksa," tegasnya.

Sementara itu, polisi masih mendalami kronologi lengkap bentrokan yang terjadi di kawasan Menteng tersebut. Hingga Minggu malam, tiga orang telah diamankan dan sedikitnya 15 orang menjalani pemeriksaan.

Insiden itu berujung maut setelah seorang pria dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan. Polisi juga masih menelusuri sejumlah rekaman video yang beredar untuk mengidentifikasi pelaku lain yang diduga terlibat.