Calo Tiket Berkeliaran di Piala Presiden 2026, Bobotoh Pertanyakan Asal Tiket yang Dijual hingga Rp300 Ribu

Bagikan artikel:
DigoID, - Praktik percaloan tiket membayangi pelaksanaan Piala Presiden 2026. Pada laga Persib Bandung kontra Arema Malang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026), sejumlah bobotoh mengaku membeli tiket dengan harga hingga enam kali lipat dari harga resmi yang ditetapkan panitia.
Padahal, panitia menjual tiket pertandingan melalui situs resmi dengan harga Rp50 ribu. Namun, di lapangan, tiket justru diperjualbelikan kembali oleh calo dengan harga mulai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
Dani (23), bobotoh asal Banjaran, mengaku terpaksa membeli tiket dari calo setelah gagal mendapatkan tiket melalui penjualan resmi.
"Saya dapat Rp150 ribu. Mau tidak mau beli karena sudah jauh-jauh datang dan memang ingin nonton Persib," kata Dani.
Sementara itu, Fery (19) mengaku sempat ditawari tiket dengan harga yang jauh lebih tinggi sesaat sebelum memasuki area stadion.
"Ada yang nawarin Rp300 ribu. Orangnya keliling di sekitar pintu masuk. Saya heran, kok mereka bisa punya banyak tiket," ujar Fery.
Kemunculan para calo di sekitar Stadion Si Jalak Harupat memunculkan tanda tanya besar mengenai sumber tiket yang mereka miliki. Sebab, seluruh tiket pertandingan dijual secara daring melalui kanal resmi dengan harga tunggal Rp50 ribu.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah orang secara terbuka menawarkan tiket kepada calon penonton yang tidak kebagian. Mereka beroperasi beberapa jam sebelum kick-off dan menyasar bobotoh yang datang tanpa tiket.
Fenomena ini memunculkan dugaan adanya celah dalam sistem distribusi tiket. Tidak sedikit suporter yang mempertanyakan kemungkinan pembelian massal menggunakan banyak akun atau adanya kebocoran tiket dari jalur tertentu.
"Kalau tiket dijual resmi dan jumlahnya terbatas, seharusnya calo tidak bisa dengan mudah menjual dalam jumlah banyak. Ini yang perlu dijelaskan panitia," kata seorang bobotoh yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Praktik percaloan dinilai merugikan suporter karena memaksa mereka membeli tiket jauh di atas harga resmi. Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi mencederai komitmen penyelenggara dalam menghadirkan sistem penjualan tiket yang transparan dan berkeadilan.
Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana Piala Presiden 2026 maupun aparat keamanan belum memberikan keterangan resmi terkait asal-usul tiket yang diperjualbelikan para calo serta langkah penindakan yang akan dilakukan.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






