digoNEWS

Kronologi Lengkap Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng: Berawal dari Nasi Uduk, Berakhir Satu Nyawa Melayang

Senin, 27 Juli 2026 pukul 08.00 WIB
41 views
Kronologi Lengkap Bentrokan Berdarah di Jalan Tambak Menteng: Berawal dari Nasi Uduk, Berakhir Satu Nyawa Melayang

Bagikan artikel:

DigoID, - Bentrokan berdarah yang pecah di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), diduga dipicu persoalan sepele di sebuah lapak nasi uduk. Namun dalam hitungan jam, konflik itu berkembang menjadi bentrokan antarkelompok yang menewaskan satu orang dan membuat satu korban lainnya kritis.

Berikut kronologi lengkap berdasarkan keterangan polisi dan saksi di lokasi:

Pukul 08.00-09.00 WIB: Perselisihan di Lapak Nasi Uduk

Keributan bermula di sebuah lapak nasi uduk di Jalan Tambak. Menurut warga bernama Yafa (22), seorang pembeli diduga mengambil makanan dan pergi tanpa membayar.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian menegur pembeli tersebut.

"Orang jualan nasi uduk, ada yang nggak bayar terus kabur. Sama anak sini diteriakin, beli dong, nyelonong aja," kata Yafa.

Sementara itu, versi polisi menyebut kelompok tersebut datang untuk membeli sarapan, namun terjadi kesalahpahaman yang membuat mereka tersinggung.

Pukul 09.00 WIB: Pembeli Kembali dan Gerobak Dirusak

Tak lama setelah pergi, orang yang terlibat cekcok disebut kembali ke lokasi dengan membawa sejumlah rekannya.

Mereka diduga melampiaskan kemarahan dengan merusak gerobak nasi uduk yang menjadi lokasi awal perselisihan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan aksi perusakan itu menjadi titik balik yang memicu kemarahan warga.

"Dia pergi, kemudian datang lagi membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujar Roby.

Pukul 09.30 WIB: Warga Melawan

Perusakan lapak dagangan memancing reaksi warga sekitar. Situasi yang awalnya hanya melibatkan beberapa orang berubah menjadi konflik antarkelompok.

Warga kemudian mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpul kelompok pemuda tersebut. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Menurut saksi, keributan kemudian bergeser sekitar 300 meter dari lapak nasi uduk menuju badan Jalan Tambak.

"Ditarik ke depan, ke jalan. Pokoknya ribut lah ya," kata Yafa.

Pukul 10.00 WIB: Polisi Menerima Laporan

Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Menteng menerima laporan adanya bentrokan sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat aparat tiba di lokasi, situasi sudah tidak terkendali. Banyak orang terlibat dan sejumlah kendaraan serta bangunan mengalami kerusakan.

"Kami menerima laporan tadi pagi jam 10.00 terkait perkelahian atau keributan yang terjadi antara dua kelompok warga," kata AKBP Roby.

Petugas kemudian berupaya membubarkan massa dan mengamankan lokasi.

Korban Berjatuhan

Di tengah bentrokan, dua orang ditemukan mengalami luka serius. Keduanya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Namun, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani penanganan medis. Sementara satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.

"Dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," ujar Roby.

Hingga Minggu sore, identitas korban yang meninggal maupun korban kritis belum diumumkan polisi.

Lokasi Rusak dan Dipasang Garis Polisi

Pantauan di lokasi menunjukkan dampak bentrokan cukup besar. Sejumlah sepeda motor terlihat hangus terbakar. Kursi-kursi dan barang-barang berserakan di sepanjang jalan.

Beberapa bangunan di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat amukan massa.

Lapak nasi uduk yang diduga menjadi titik awal konflik kini dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, aparat masih memburu pihak-pihak yang diduga terlibat dan mendalami motif pasti bentrokan.