digoNEWS

Pemkab Bandung Gandeng JP-Mirai, Buka Peluang Kerja ke Jepang Skema "Nol Rupiah" untuk Warga

Selasa, 28 Juli 2026 pukul 11.14 WIB
37 views
Pemkab Bandung Gandeng JP-Mirai, Buka Peluang Kerja ke Jepang Skema "Nol Rupiah" untuk Warga

Bagikan artikel:

DigoID, - Pemerintah Kabupaten Bandung menerima kunjungan Japan Platform for Migrant Workers towards Responsible and Inclusive Society (JP-Mirai) di Kantor Pemkab Bandung, Selasa (28/07/26). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung Dadang Komara.

Kedatangan JP-Mirai ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemkab Bandung dengan Bupati pada Juni lalu. JP-Mirai membawa sejumlah perusahaan dari Jepang yang siap menerima tenaga kerja asal Kabupaten Bandung.

Kepala Disnaker Kabupaten Bandung, Dadang Komara, menjelaskan program ini menggunakan skema "nol rupiah" bagi para peserta.

"Alhamdulillah hari ini kita menerima kunjungan dari JP Mirai dengan membawa perusahaan-perusahaan yang akan menerima tenaga kerja yang dari Kabupaten di Jepang. Ini sudah kita komunikasikan pada bulan Juni sebelumnya," ujar Dadang Komara.

"Program hari ini sebetulnya dicanangkan dengan skema nol rupiah. Jadi setiap pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang sebelumnya dilatih dulu sama kita. Kemudian pemberangkatan dan akomodasi selama satu bulan biasanya ditanggung sama Jepang. Dan kita membiayai untuk kegiatan pelatihan yang memang dilaksanakan setiap tahun bekerjasama LPK yang kita tunjuk," lanjutnya.

Dadang menambahkan, informasi resmi terkait program ini akan terus disosialisasikan melalui media sosial Disnaker dan media sosial LPK OHM yang menjadi mitra pelatihan bahasa dan budaya Jepang.

Untuk mengikuti pelatihan ini, masyarakat Kabupaten Bandung harus memenuhi beberapa kriteria.

1. Warga Kabupaten Bandung, karena pembiayaan berasal dari APBD Kabupaten Bandung

2. Pendidikan minimal SMA/sederajat

3. Sehat jasmani dan rohani, serta tidak sedang bekerja di tempat lain

4. Diutamakan dari keluarga desil 1-4*

5. Usia maksimal 35 tahun, untuk memudahkan proses penempatan.

"Untuk yang ke kereta tidak ada batasan, sebetulnya hanya memang untuk memudahkan sekurang-kurangnya sampai dengan 35 tahun," kata Dadang.

Warga Kabupaten Bandung akan diberangkatkan ke Jepang dan ditempatkan di sejumlah sektor industri, seperti sektor Denki Kiki Kumitate atau perakitan listrik. Sektor lain yang disiapkan antara lain caregiver, hospitality hotel, building cleaning, hingga konstruksi.

Rizal Ansory Wiguna dari LPK OHM selaku lembaga pelatihan menjelaskan skema Fair Ethical Recruitment Initiative atau inisiatif rekrutmen yang fair dan transparan.

"Jadi gini Kang, kesempatan ke Jepang itu kan buat warga Kabupaten Bandung agak sulit ya Kang? Nah, akhirnya Disnaker Kabupaten Bandung hadir dengan memberikan pelatihan secara gratis dari Pak Bupati," ujar Rizal.

Rizal menyebut, sejak 2021 LPK OHM bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Bandung telah melatih kurang lebih 400 orang. Sekitar 83 persen di antaranya sudah diberangkatkan untuk bekerja di Jepang.

Pemkab Bandung berharap program ini dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin berkarir di luar negeri secara legal dan terlindungi.