Pawai Juara Persib Disebut ‘Omong Kosong’, Bojan: Persijap Lebih Berbahaya dari Borneo
Jumat, 22 Mei 2026 15:45
Reporter : Koes
DigoID — Euforia pesta juara Persib Bandung belum juga terjadi, tapi wacana konvoi sudah lebih dulu meledak di media sosial. Reaksi keras pun datang dari Bojan Hodak. Pelatih Persib itu terang-terangan menyebut pembicaraan soal pawai juara sebagai “omong kosong” dan meminta semua pihak berhenti membuat gaduh sebelum Maung Bandung benar-benar mengunci gelar.
Jelang laga hidup-mati kontra Persijap Jepara di Stadion GBLA, Sabtu (23/5/2026), Bojan justru memperlihatkan wajah tegang dan penuh kewaspadaan. Tak ada aroma selebrasi. Tak ada pembahasan pesta. Yang ada hanya satu target, menang.
“Saya melihat media sosial dan mendengar omong kosong soal konvoi. Kita belum memenangkan apa pun,” tegas Bojan dalam konferensi pers yang langsung menyentak publik Bandung, Jumat (22/5/2026).
Ucapan keras pelatih asal Kroasia itu menjadi alarm serius di tengah suasana kota yang mulai larut dalam bayang-bayang pesta juara. Bojan khawatir atmosfer terlalu percaya diri justru menjadi bumerang mematikan bagi Persib.
Menurutnya, narasi konvoi dan selebrasi sebelum laga usai hanya akan memberi bahan bakar tambahan bagi Persijap Jepara untuk tampil brutal di lapangan. Lebih parah lagi, fokus para pemain bisa pecah di momen paling menentukan musim ini.
“Berhenti bicara soal konvoi. Saya tidak peduli konvoi. Saya hanya peduli pertandingan besok,” katanya dengan nada tajam.
Bojan bahkan melontarkan peringatan mengejutkan. Ia menilai Persijap Jepara lebih berbahaya dibanding Borneo FC, tim yang sebelumnya sukses merepotkan Persib.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa laga terakhir, Laskar Kalinyamat tampil mengejutkan dengan performa agresif dan hasil positif yang membuat mereka datang ke Bandung tanpa rasa takut.
“Mereka lebih baik daripada Borneo. Mereka punya hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka sangat berbahaya,” ujar Bojan.
Shock value terbesar muncul saat Bojan mengingatkan bahwa Persijap adalah salah satu tim yang pernah membuat Persib tumbang musim ini. Fakta itu menjadi tamparan keras bagi siapa pun yang terlalu cepat menyiapkan pesta juara.
“Musim ini kami kalah tiga kali dan mereka salah satunya. Jadi kami harus benar-benar fokus. Lupakan konvoi,” tutupnya.
Kini, satu kota menahan napas. Persib tinggal selangkah menuju singgasana Super League 2025/2026. Tapi Bojan Hodak memastikan: sebelum peluit akhir berbunyi, tak ada ruang untuk pesta.
