Mahasiswa UI Ciptakan Alat Sortir Telur Otomatis

Rabu, 11 Januari 2023 17:00

Reporter : Dery Fitriadi Ginanjar

top-news

Foto: Ilustrasi

DEPOK - Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTMM FTUI) menciptakan alat sortir telur otomatis yang dapat memproses 6.000 telur per jam atau dua kali lebih banyak dari cara konvensional.


"Alhamdulillah, kegiatan yang digagas Tim FTUI berhasil menjadi 1 dari 12 pengmas yang disetujui dalam Program Kedaireka. Kami melihat kondisi UMKM peternak telur di lapangan masih bersifat labor-intensive," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat DTMM FTUI Dr. Jaka Fajar Fatriansyah di Kampus UI Depok, Rabu 11 Januari 2023.

Oleh karena itu, katanya bersama Yayasan Edu Farmers International, pihaknya merancang alat tersebut untuk meningkatkan produktivitas UMKM peternak telur ayam dan meningkatkan nilai telur ayam yang diproduksi dengan skema pelabelan otomatis.


Alat produksi FTUI ini berukuran lebih kecil dari alat serupa produksi luar negeri dan dibanderol dengan harga terjangkau, yaitu Rp30.000.000. Pembuatan alat ini terwujud berkat pengabdian kepada masyarakat (pengmas) yang didanai oleh Program Matching Fund Batch 3 Kedaireka Tahun 2022.


Alat pencacah telur otomatis ini bekerja dengan cara menyortir telur berdasarkan beratnya menggunakan prinsip magnet. Alat ini dapat menyortir telur dengan tiga grade yang berbeda. Penyortiran telur secara otomatis diharapkan dapat membantu UMKM Peternak Telur di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan menaikkan nilai jual telur berdasarkan grade telur yang disortir.


Alat pencacah telur otomatis ini diujicobakan di Peternakan Agrova Farm, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2022. Uji coba ini dilakukan untuk melihat kondisi alat di lapangan dan untuk mendapat masukan dari calon user/costumer, yaitu Agrova Farm.

Dekan FTUI, Prof. Dr. Heri Hermansyah berharap hasil inovasi Tim Pengmas DTMM FTUI dapat menumbuhkan kesejahteraan peternak melalui keterampilan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan.


"Industri peternakan Indonesia sudah saatnya mengadopsi teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Inovasi ini juga diharapkan dapat membangun semangat generasi muda terhadap dunia agrikultur Indonesia ke depannya," katanya.


Supervisor Lapangan Agrova Farm Ignatius Egan mengatakan alat grading dan pencacah telur otomatis inovasi Tim Pengmas FTUI ini merupakan produk lokal yang belum banyak tersedia di pasar.


Sebelumnya, apabila peternak menginginkan alat pencacah telur, rata-rata mereka harus impor dan harganya mahal, sulit terjangkau bagi peternak UMKM. Hasil inovasi FTUI ini kami rasa bisa memenuhi gap yang ada di pasar.

 

Selain Ketua Tim Pengmas DTMM FTUI, juga melibatkan para anggota, yakni Muhammad Joshua YB, Agrin F Pradana, Fernanda H., dan Andreas F., M. Riza; perwakilan dari Yayasan Edu Farmers International, Ignatius Egan; Supervisor Lapangan Agrova Farm, A. Ilyadi; serta para peternak Agrova Farm, khususnya yang ada di bagian penyortiran dan pengepakan telur. (ant)

Redaktur : Fadlan Aulia

Berita Terkait


kontroversi-kemendikbud-soal-ukt-komentar-para-pengamat-dan-warganet-bermunculan

Kontroversi Kemendikbud Soal UKT, Komentar Para Pengamat dan Warganet Bermunculan

Pernyataan Kemendikbud tentang UKT membuat banyak netizen melontarkan kritikan, apakah pendidikan bi...

minat-masyarakat-cari-uang-lewat-pinjol-meningkat-hingga-9152-ojk-terbitkan-peraturan-baru

Minat Masyarakat Cari Uang Lewat Pinjol Meningkat Hingga 91,52%, OJK Terbitkan Peraturan Baru

OJK terbitkan peraturan baru buat para penyelenggara pinjol serta daftar pengguna pinjol terbanyak d...

ojk-resmi-cabut-izin-usaha-paytren-yusuf-mansur-minta-maaf-dan-ampunan

OJK Resmi Cabut Izin Usaha Paytren, Yusuf Mansur Minta Maaf dan Ampunan

Paytren terbukti melanggar banyak peraturan membuat OJK cabut izin usahanya, Yusuf Mansur minta ampu...

jokowi-hapus-bpjs-kesehatan-kelas-12-dan-3-diganti-kelas-standar-iurannya-berapa

Jokowi Hapus BPJS Kesehatan Kelas 1,2, dan 3 Diganti Kelas Standar, Iurannya Berapa?

Jadi, keputusan krusial itu ada di revisi Perpres Nomor 59 tahun 2024 yang merombak Perpres Nomor 82...

kerjasama-keruk-potensi-harta-karun-di-bawah-lumpur-lapindo-untuk-apa

Kerjasama Keruk Potensi Harta Karun di Bawah Lumpur Lapindo, Untuk Apa?

Ditemukannya harta karun langka di wilayah Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur membuat berbagai pih...

walau-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-meningkat-inflasi-harus-tetap-terjaga

Walau Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat, Inflasi Harus Tetap Terjaga

Pertumbuhan ekonomi indonesia terus meningkat dan kenaikan inflasi yang masih belum terkendali denga...

sejarah-perjalanan-sepatu-bata-hingga-akhirnya-harus-menyerah-tutup-pabrik-di-purwakarta

Sejarah Perjalanan Sepatu Bata Hingga Akhirnya Harus Menyerah Tutup Pabrik di Purwakarta

Perjalanan sepatu merek Bata dari zaman Hindia Belanda hingga kebangkrutannya dan menutup pabrik di...

nelayan-pilih-buang-ikan-karena-gak-balik-modal-harganya-anjlok

Nelayan Pilih Buang Ikan Karena Gak Balik Modal, Harganya Anjlok!

Jadi, bisa dibayangin deh, gimana kesedihan dan keputusasaan para nelayan ini. Mereka udah ngeluarin...

berkah-timnas-indonesia-masuk-babak-semifinal-ekonomi-rakyat-makin-naik

Berkah Timnas Indonesia Masuk Babak Semifinal, Ekonomi Rakyat Makin Naik

Nobar ini nggak pandang bulu, guys. Dari yang kantongnya tebel sampe yang lebih pas-pasan, dari yang...