digoNEWS

Korban Dugaan Penyiksaan 3 Tahun di Rancaekek Dirawat Intensif, Bupati Bandung Jenguk di RSHS

Senin, 22 Juni 2026 pukul 17.09 WIB
33 views
Korban Dugaan Penyiksaan 3 Tahun di Rancaekek Dirawat Intensif, Bupati Bandung Jenguk di RSHS

Bagikan artikel:

DigoID, - Warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, Yunita (29), yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama sekitar tiga tahun, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kondisinya dilaporkan mulai membaik, meski masih membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menjenguk langsung korban pada Senin (22/6/2026) di ruang perawatan RSHS Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan layanan kesehatan terbaik sekaligus dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Kasus ini mencuat setelah keluarga korban melaporkan Yunita yang lama tidak dapat dihubungi dan diduga hilang kontak. Setelah proses pencarian, korban ditemukan dalam kondisi luka serius dan memerlukan perawatan intensif. Peristiwa ini kemudian memicu perhatian publik dan penanganan aparat penegak hukum.

Saat ini, penyelidikan tengah dilakukan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat untuk mengungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut. Polisi juga masih memburu pihak yang diduga terlibat dalam kasus yang disebut berlangsung dalam kurun waktu panjang itu.

Di sela kunjungannya, Bupati Bandung menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang dialami korban. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai kejadian yang tidak hanya menyayat hati, tetapi juga menjadi alarm sosial bagi masyarakat.

“Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli dan peka terhadap kondisi di sekitar,” ujar Bupati.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Bandung akan menanggung dan memastikan seluruh kebutuhan korban selama masa pemulihan terpenuhi, termasuk aspek administrasi dan pembiayaan perawatan di rumah sakit.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan korban mendapatkan penanganan maksimal tanpa hambatan. Bupati menyebut korban akan tetap dirawat hingga kondisi benar-benar pulih.

“Tadi saya sudah berdiskusi dengan pihak rumah sakit. Korban akan terus dirawat sampai pulih,” katanya.

Dari pihak rumah sakit, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memastikan penanganan terhadap korban dilakukan secara menyeluruh. Direktur SDM dan Pendidikan RSHS Bandung, dr. Fitra Hergyana, mengatakan tim medis telah disiapkan untuk memberikan perawatan intensif.

“Insya Allah kami sudah menyiapkan tim kesehatan untuk memberikan penanganan terbaik. Kondisi pasien saat ini sudah menunjukkan perbaikan,” ujar dr. Fitra.

Ia menambahkan, proses pemantauan medis dilakukan secara ketat untuk memastikan perkembangan kesehatan korban terus membaik. Perawatan akan dilanjutkan hingga pasien dinyatakan stabil dan memasuki tahap pemulihan berikutnya.

Sementara itu, keluarga korban masih mendampingi proses perawatan di rumah sakit. Mereka berharap kondisi Yunita dapat segera pulih setelah mengalami masa panjang yang diduga penuh kekerasan.

Kasus ini juga menyoroti kembali pentingnya pengawasan sosial di tingkat lingkungan. Dugaan bahwa korban dapat mengalami penyekapan dalam waktu lama tanpa terdeteksi memunculkan pertanyaan terkait peran masyarakat dalam mendeteksi potensi kekerasan domestik maupun kriminal.

Bupati Bandung mengingatkan bahwa kejadian serupa harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih aktif memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Kepekaan sosial harus terus ditingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Di sisi lain, aparat kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa yang dialami korban, termasuk lokasi dugaan penyekapan, motif pelaku, serta pihak-pihak yang diduga terlibat. Proses penyidikan disebut masih berjalan intensif.

Hingga kini, korban masih berada dalam perawatan intensif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Pihak rumah sakit memastikan penanganan akan terus diberikan hingga kondisi pasien benar-benar stabil, sementara proses hukum terhadap kasus ini terus bergulir di tangan kepolisian.