Ketua DPR AS, Nancy Pelosi Resmi Akhiri Kepemimpinannya
Sabtu, 19 November 2022 04:11
Reporter : Siti Ninu Nugraha
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi, mengundurkan diri dari jabatannya. (Dok. The New York Times)
WASHINGTON -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Nancy Pelosi resmi mengakhiri masa jabatannya. Hal tersebut ia sampaikan pada Kamis, 17 November 2022.
Dalam pidatonya dia menjelaskan bahwa ia akan melepaskan kepemimpinannya di DPR tetapi tetap berada di kongres mewakili San Fransisco.
Dilansir laman Reuters, Pelosi mengatakan bahwa mulai adanya hilang kendali partainya atas DPR kepada Partai Republik dalam pemilihan pekan lalu. Ia membuktikan bisa memimpin dalam waktu yang lama dalam dua masa jabatan meskipun ia difitnah oleh Partai republik termasuk oleh mantan Presiden Donald Trump.
Pelosi memimpin DPR karena dua kali memberhentikan jabatan Trump. Kemudian ia dibebaskan oleh senat sebanyak dua kali. Pada tahun 2020, bahkan Pelosi secara terang-terangan merobek salinan pidato kenegaraan terakhir Trump saat ia duduk di ruang DPR.
Dia pun berperan penting dalam memajukan agenda kebijakan Presiden Demokrat, Barack Obama dan Joe Biden. Ia juga kadang-kadang menghalangi agenda Partai Republik George W Bush dan Trump.
“Healthcare di bawah Presiden Barack Obama menjadi masalah besar kami dan itu akan menjadi hal besar yang pernah saya lakukan di Kongres,” ujar Pelosi setelah mengumumkan keputusannya.
Hal tersebut mengacu pada Undang-undang Perawatan Terjangkau 2010. Undang-undang yang dijuluki Obamacare yang memungkinkan sebelumnya jutaan orang Amerika tidak diasuransikan untuk mendapatkan pertanggungan medis.
Pada saat Joe Biden memimpin, Pelosi memimpin DPR dalam mengesahkan undang-undang bantuan terkait pandemi Covid 19, perombakan infrastruktur, undang-undang senjata federal pertama dalam beberapa dekade dan undang-undang iklim utama. Wanita berusia 82 tahun ini terpilih dengan peringkat tertinggi dan paling berkuasa dalam sejarah Amerika Serikat.
“Untuk putri dan cucu perempuan kami hari ini, kami telah memecahkan langit-langit marmer. Untuk putri dan cucu perempuan kami, sekarang langit adalah batasnya,” lanjut Pelosi setelah pertama kali menjadi pembicara pada 2007.
Perlu diketahui, Pelosi juga sempat memimpin pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump saat kembali menjabat sebagai Ketua DPR pada tahun 2019
Selama masa jabatannya, Pelosi menduduki tujuh jabatan yang berkaitan dengan administrasi kepresidenan. Pertama kali ia menjabat sebagai Ketua DPR dari 2007 hingga 2011, kemudian ia menjabat kembali pada 2019 setelah partainya menguasai kendali majelis dalam pemilihan paruh waktu 2018.
Pelosi pun membuat kebijakan luar negeri, mengunjungi Ukraina, Irak, dan Afghanistan. Pada Agustus lalu, dia membuat marah China dengan menjadi pejabat Amerika berpangkat tinggi dalam 25 tahun yang mengunjungi Taiwan, ia mengatakan bahwa dia menghormati “komitmen tak tergoyahkan” Amerika untuk “demokrasi yang hidup”. Kunjungan tersebut mengakhiri penentangan keras Pelosi terhadap penguasa otoriter China termasuk Presiden Xi Jinping.
Sepak terjangnya yang terbilang berani adalah, dia memimpin untuk memberhentikan jabatan Trump pada 2019 dan 2021. Pertama, DPR mendakwa Trump dengan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi kongres, kedua DPR menurunkan jabatan Trump dengan tuduhan menghasut pemberontakan, terkait perannya dalam penyerbuan Capitol.
