Gita Wirjawan Beberkan Kunci Indonesia Emas 2045: Pendidikan, Talenta, hingga AI Jadi Penentu Masa Depan

Bagikan artikel:
DigoID, - Mantan Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, menilai keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, transformasi pendidikan, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pandangan tersebut disampaikannya dalam perbincangan bersama Helmy Yahya di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. Dalam diskusi tersebut, Gita menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama yang harus diperkuat apabila Indonesia ingin menjadi negara maju dalam dua dekade mendatang.
Menurut Gita, reformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur sekolah, tetapi juga harus dimulai dari peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia menilai guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi yang mampu berpikir kritis, logis, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Selain itu, Gita mendorong penguatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai bekal generasi muda menghadapi persaingan global. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu membentuk pola pikir analitis yang dibutuhkan di era ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
Dalam kesempatan yang sama, Gita juga menyoroti pentingnya strategi pengelolaan talenta nasional. Ia mengusulkan Indonesia menerapkan konsep brain gain, yakni menarik talenta terbaik dari luar negeri, serta brain circulation, yaitu mengirim lebih banyak anak bangsa untuk menempuh pendidikan dan pengalaman internasional sebelum kembali membangun Indonesia.
Menurutnya, strategi tersebut telah diterapkan oleh sejumlah negara seperti Tiongkok dan India untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing nasional.
Tak hanya itu, Gita menilai kesiapan infrastruktur energi menjadi faktor penting dalam menghadapi era AI. Ia mengatakan kebutuhan listrik akan meningkat signifikan seiring berkembangnya pusat data (*data center*) dan teknologi komputasi modern.
Karena itu, Indonesia dinilai perlu meningkatkan kapasitas pembangunan pembangkit listrik secara drastis agar mampu menopang kebutuhan industri digital dan teknologi masa depan.
Di bidang geopolitik, Gita berpandangan Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai swing nation, yakni negara yang mampu menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan dunia, termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, posisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menarik investasi, memperluas kerja sama teknologi, serta menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Diskusi juga menyentuh sisi personal kehidupan Gita Wirjawan, terutama mengenai keharmonisan keluarganya yang memiliki latar belakang agama berbeda. Ia menilai toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai modal penting menjaga persatuan Indonesia.
Melalui berbagai pandangan tersebut, Gita menegaskan bahwa mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan komitmen jangka panjang, mulai dari pembangunan manusia, penguasaan teknologi, penguatan infrastruktur energi, hingga kemampuan menjaga stabilitas dan kerja sama di tingkat global.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






