digoTIC

Ahok: Kalau Mau Ubah Indonesia Secara Fundamental, Jalannya Lewat Presiden

Selasa, 4 Agustus 2026 pukul 15.58 WIB
29 views
Ahok: Kalau Mau Ubah Indonesia Secara Fundamental, Jalannya Lewat Presiden

Bagikan artikel:

DigoID, - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pandangannya mengenai cara paling efektif untuk melakukan perubahan besar di Indonesia. Menurutnya, jabatan presiden merupakan posisi yang memiliki kewenangan paling besar untuk membenahi sistem pemerintahan dan tata kelola negara.

Pandangan tersebut disampaikan Ahok saat menjadi bintang tamu dalam podcast Helmy Yahya Bicara yang tayang pada 27 Juli 2026. Dalam perbincangan itu, Ahok mengaku bahwa apabila ditanya apa yang paling diinginkannya demi memperbaiki Indonesia, maka jawabannya adalah menjadi presiden. Namun, ia juga menyadari hal tersebut bukan sesuatu yang realistis untuk diwujudkan dalam kondisi politik saat ini.

“Kalau ditanya apa yang paling saya inginkan untuk memperbaiki negeri ini, ya saya ingin jadi presiden. Karena menurut saya, saat ini jabatan yang paling memungkinkan melakukan perubahan besar adalah presiden,” ujar Ahok.

Meski demikian, Ahok menegaskan dirinya memahami bahwa sistem politik Indonesia tidak memungkinkan seseorang maju sebagai calon presiden secara independen. Menurutnya, setiap calon harus memperoleh dukungan dari partai politik sehingga peluang tersebut sangat sulit diwujudkan.

Dalam podcast tersebut, Ahok juga memaparkan gagasannya mengenai pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan. Ia menilai negara perlu memiliki aturan yang lebih tegas terhadap perusahaan tambang, termasuk memberikan sanksi berupa pencabutan izin apabila perusahaan menghentikan aktivitas produksinya dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, Ahok mengusulkan agar negara memperoleh bagian hasil produksi sumber daya alam di luar skema royalti dan pajak. Menurutnya, pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor energi nasional melalui PLN sehingga biaya listrik masyarakat dapat ditekan, bahkan membuka peluang pemberian listrik gratis hingga kapasitas tertentu bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ahok mengaku sempat berharap gagasan tersebut dapat diwujudkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Namun, menurut penilaiannya, kebijakan yang diharapkan belum terealisasi. Ia juga menyebut hingga kini belum melihat arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengarah pada konsep tersebut. Pernyataan itu merupakan pandangan pribadi Ahok dalam diskusi tersebut.

Di akhir pembicaraan, Ahok tetap menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Ia meyakini cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju masih dapat dicapai selama bangsa ini menjaga persatuan dan memiliki kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Podcast berdurasi lebih dari dua jam itu juga membahas berbagai topik lain, mulai dari perjalanan hidup Ahok, pengalaman politik, hingga pandangannya mengenai tata kelola pemerintahan dan masa depan Indonesia.