Fakta Sejarah Selat Muria yang Menjelma Menjadi Demak-Kudus Hingga Banjir Bandangnya
Rabu, 20 Maret 2024 16:53
Reporter : Ekadyana N. Fauzi
Ilustrasi Sejarah Selat Muria Menjadi Demak-Kudus/TimDigo.id
Jakarta, DigoID-Kabar banjir di Demak bikin sedih. Sampe Selasa, 19 Maret 2024, banjir bandang masih nggak bisa diatasi. Penyebab utamanya, tanggul jebol gara-gara gak kuat nahan air laut. Parahnya, banjir ini sampe merendam persawahan warga.
Banjir Bandang Demak
Di medsos, video kondisi persawahan yang kebanjiran kayak pantai tuh jadi viral banget. Banyak warga yang parkir motor di pinggir jalan sambil liatin persawahan mereka yang tenggelam. Pohon-pohon tinggi yang dulunya tegak berdiri, sekarang cuma kelihatan pucuknya aja.
"Banjir di Demak, persawahan berasa lautan." tulis @lokalpendaki di akun twitter (x) nya.
Peta Sejarah Banjir Bandang Demak dan Kudus
Ada hubungan yang nggak terduga antara Selat Muria sama banjir bandang yang menerjang Demak dan Kudus, loh! Jadi, banjir kali ini bukan cuma gara-gara hujan deras, tapi juga karena faktor geografi wilayahnya yang udah ada sejak zaman Kasultanan Demak sekitar 400 tahun lalu!
Ini udah kedua kalinya banjir bandang serang Demak-Kudus dalam sebulan terakhir, bahkan yang kedua kali ini lebih parah dari yang pertama di awal Februari 2024. Tanggul-tanggul juga jebol, jadi banjirnya makin gak bisa dicegah.
Tapi, yang lebih mengejutkan lagi, wilayah Demak-Kudus itu dulu lautan, loh! Namanya Selat Muria. Lokasinya tepat di wilayah yang sekarang jadi kabupaten Demak-Kudus. Selat ini jadi jalur perdagangan penting antara Pulau Jawa sama Pulau Muria, dan super vital buat perdagangan dan budaya dulu.
Jadi, kota-kota dagang kaya Demak, Jepara, Pati, sama Juwana, tumbuh subur di sepanjang pesisir selat ini. Banyak komoditas dagang yang diperjualbelikan di sini, mulai dari kain tradisional sampe garam dan terasi, bro. Jadi, sejarahnya kaya banget gitu, kan? Siapa yang nyangka, dari masa lalu kayak gitu bisa nyambung ke banjir zaman sekarang.
Dari Selat Menjelma Daratan
Tapi, sayangnya, masa kejayaan Selat Muria gak bisa terus berlangsung, guys. Pas sekitar tahun 1657, mulai muncul tanda-tanda yang bikin kita khawatir.
Nah, endapan-endapan dari sungai yang bermuara di Selat Muria itu terbawa sama arus laut, lalu bikin pendangkalan yang parah banget. Akibatnya, Selat Muria jadi makin dangkal, sampe akhirnya hilang entah kemana, bikin Pulau Muria nyambung sama Pulau Jawa secara fisik.
Walaupun sekarang cuma tinggal cerita di masa lalu, tapi jejak Selat Muria masih bisa kita temuin dalam berbagai peninggalan dan bukti arkeologis, loh.
Sungai-sungai yang dulunya menuju Selat Muria, kayak Sungai Silugunggo misalnya, sekarang cuma jadi saksi diam dari kejayaan yang pernah ada. Nah, reruntuhan perahu, kapal, sampe meriam yang ditemukan juga jadi bukti kuat keberadaan Selat Muria di zaman dulu, Digo Friends.
Dan yang menarik, wilayah Selat Muria yang dulunya ada tapi sekarang udah ilang, bikin Pulau Muria bergabung sama Pulau Jawa, sekarang jadi wilayah di Kabupaten Demak - Kudus.
Tapi yang bikin kita mikir, wilayah itu sekarang justru jadi daerah yang sering banjir bandang. Bencana yang melanda wilayah Demak Kudus itu bisa dilihat dari peta wilayah terdampak banjir yang kini sedang terjadi. Sedih, ya, jadi ada bagian sejarah yang bikin kita kangen, tapi juga bikin kita sedih liat kondisi sekarang.