digoNEWS

Disdik Kabupaten Bandung Dorong Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sunda, Gapura Panca Waluya Jadi Acuan

Rabu, 15 Juli 2026 pukul 17.48 WIB
33 views
Disdik Kabupaten Bandung Dorong Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sunda, Gapura Panca Waluya Jadi Acuan

Bagikan artikel:

DigoID, - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai salah satu prioritas dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Nilai-nilai budaya Sunda melalui filosofi Gapura Panca Waluya dinilai menjadi fondasi penting untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, usai menghadiri talkshow yang digelar Komunitas Literasi Mahasiswa Jawa Barat (Kolma) tentang refleksi penguatan pendidikan karakter berbasis filosofi budaya Gapura Panca Waluya.

Asep mengatakan, forum tersebut menjadi ruang evaluasi terhadap praktik pendidikan karakter yang telah berjalan di sekolah sekaligus mencari formulasi yang lebih efektif untuk diterapkan ke depan.

"Refleksi itu penting. Dunia pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah ada. Kita harus melihat apa yang berhasil, apa yang masih kurang, lalu merumuskan langkah perbaikannya," kata Asep.

Menurut dia, keterlibatan guru, khususnya guru bimbingan dan konseling, memberikan nilai lebih dalam pembahasan tersebut karena mereka bersentuhan langsung dengan perkembangan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.

"Hasil kajian yang disusun bersama para guru menjadi gambaran dari praktik nyata di lapangan. Pengalaman mereka dapat memperkaya upaya peningkatan mutu pendidikan karakter," ujarnya.

Asep menegaskan, pendidikan karakter tidak cukup dibangun melalui teori, melainkan harus menjadi bagian dari budaya sekolah dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Ia menjelaskan, filosofi Gapura Panca Waluya mengandung lima nilai utama, yakni pinter, bageur, cageur, bener, dan singer. Kelima nilai tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini.

"Yang kita bangun adalah manusia yang utuh. Anak-anak harus memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan emosional sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman," katanya.

Menurut Asep, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor atau prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya pribadi yang berintegritas, peduli terhadap sesama, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia berharap nilai-nilai budaya lokal terus diintegrasikan dalam sistem pendidikan sehingga mampu melahirkan generasi yang berdaya saing tanpa kehilangan jati diri sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, kebijakan ini juga merupakan implementasi dari tiga muatan lokal unggulan di Kabupaten Bandung, yaitu Pendidikan Bahasa Sunda, Pendidikan Pancasila, serta Pendidikan Membaca dan Menghafal Al-Qur'an sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Bandung Nomor 88 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Muatan Lokal di Kabupaten Bandung.

Khusus muatan lokal Membaca dan Menghafal Al-Qur'an, implementasinya semakin diperkuat melalui Program Sekolah Mengaji dan dukungan Guru Ngaji sesuai Peraturan Bupati Bandung Nomor 78 Tahun 2021 tentang Pembelajaran Pendidikan Keagamaan.