ChatGPT dan Canva Jadi Senjata Baru Guru, Ini 8 Cara Mempermudah Persiapan Mengajar

Bagikan artikel:
DigoID, - Persiapan mengajar kerap menjadi pekerjaan yang menguras waktu guru. Mulai dari menyusun rencana pembelajaran, membuat soal, hingga mendesain materi visual agar siswa tetap fokus di kelas.
Kini, banyak guru mulai memanfaatkan kombinasi ChatGPT dan Canva untuk mempercepat pekerjaan tersebut. ChatGPT digunakan untuk menghasilkan ide, naskah, dan materi ajar, sementara Canva dipakai untuk mengubahnya menjadi desain yang siap digunakan di kelas.
Kolaborasi dua platform digital ini dinilai mampu memangkas waktu persiapan mengajar tanpa mengurangi kualitas materi. Dengan perintah yang tepat, guru bisa menyelesaikan pekerjaan yang biasanya memakan waktu berjam-jam dalam hitungan menit.
“Buatkan soal cerita matematika untuk anak kelas 4 SD yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari,” misalnya, menjadi salah satu contoh perintah yang bisa digunakan untuk menghasilkan materi yang lebih relevan dengan pengalaman siswa.
Berikut delapan cara praktis memanfaatkan ChatGPT dan Canva dalam aktivitas mengajar sehari-hari:
Pertama, membuat rencana pembelajaran. Guru dapat meminta ChatGPT menyusun draf materi sesuai tingkat pemahaman siswa, kemudian memasukkannya ke template dokumen Canva untuk dibagikan atau diarsipkan.
Kedua, membuat poster aturan dan motivasi kelas. ChatGPT dapat membantu merancang kalimat singkat yang menarik, lalu Canva mengubahnya menjadi poster berwarna yang dapat ditempel di ruang kelas.
Ketiga, menyusun lembar kerja siswa. Mulai dari soal pilihan ganda hingga kuis singkat, seluruh materi bisa dibuat lebih cepat dan ditata dalam format yang ramah anak.
Keempat, menyiapkan pertanyaan pembuka dan penutup kelas. Guru dapat membuat pemantik diskusi di awal pelajaran maupun refleksi singkat sebelum siswa pulang, lalu menyimpannya dalam template yang bisa digunakan berulang.
Kelima, membuat rubrik penilaian. Kriteria penilaian yang jelas dan terukur dapat disusun melalui ChatGPT, kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel atau matriks yang lebih mudah dipahami.
Keenam, membuat kartu flash dan alat bantu belajar. Kosakata baru, rumus sederhana, hingga konsep sains dapat disajikan dalam bentuk kartu belajar yang menarik untuk aktivitas kelompok.
Ketujuh, menyusun bagan pemantau perilaku siswa. Guru bisa membuat target perilaku positif, sistem penghargaan sederhana, hingga diagram perkembangan yang dipajang di kelas.
Kedelapan, membuat salindia presentasi. ChatGPT membantu menyusun kerangka materi per bab, sedangkan Canva menyajikannya dalam tampilan visual yang lebih profesional dan konsisten.
Meski demikian, penggunaan kecerdasan buatan tetap membutuhkan peran guru sebagai penyaring utama. Materi yang dihasilkan AI perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan kebutuhan siswa, konteks pembelajaran, dan kurikulum yang berlaku.
Di tengah tuntutan administrasi yang terus bertambah, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu jalan keluar yang mulai dilirik banyak tenaga pendidik. Bagi guru, yang paling berharga bukan sekadar teknologi baru, melainkan waktu yang bisa kembali digunakan untuk berinteraksi langsung dengan murid di dalam kelas.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






