digoNEWS

BNNP Jabar Ingatkan Bahaya Narkoba di Lungkungan Kampus

Minggu, 27 September 2026 pukul 12.34 WIB
21 views
BNNP Jabar Ingatkan Bahaya Narkoba di Lungkungan Kampus

Bagikan artikel:

DigoID, – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat Brigjen Polisi Sulistio Pudjo memberikan materi mengenai bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung (UnBan), di kawasan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026) siang.

Dalam kegiatan tersebut, BNNP Jawa Barat memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai bahaya narkotika, khususnya potensi peredaran narkoba di lingkungan pelajar dan mahasiswa.

Sulistio Pudjo menekankan pentingnya peran pihak kampus, terutama dosen dan tenaga pendidik, dalam menjaga lingkungan akademik agar tidak menjadi tempat yang dimanfaatkan untuk peredaran narkotika.

Ia mengingatkan, kebebasan akademik tetap harus disertai dengan tanggung jawab dan pengawasan. Menurutnya, kebebasan tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas yang justru membuka ruang bagi masuknya peredaran narkotika ke lingkungan kampus.

"Karena, mohon maaf, saya harus ngomong terbuka dengan para dosen, para guru pembimbing. Karena ada istilah biasanya kebebasan akademis, akhirnya bebas tidak terbatas. Dosen kalah melawan para mahasiswanya," ujar Sulistio Pudjo.

Ia menegaskan, pihak universitas harus tetap memiliki kewenangan dalam mengatur lingkungan kampus dan mencegah penyalahgunaan kebebasan akademik.

"Dosen itu mengatur universitas, jangan sampai universitas dikuasai oleh masyarakat salah berlebih. Memang bebas, ada kebebasan untuk berbicara, tapi bukan sebebas-bebasnya. Akhirnya ruang tempat kuliah dan lain-lain, ruang-ruangan itu menjadi tempat peredaran narkotik," katanya.

Sulistio juga mengungkapkan sejumlah pengungkapan kasus narkotika dalam jumlah besar yang dilakukan BNN. Ia menyebut, dalam kurun waktu sekitar tiga pekan terakhir, pihaknya mengamankan sekitar 3,3 ton ganja, 2,6 ton sabu, serta 1,3 ton ketamin.

Menurutnya, ketamin tersebut dikhawatirkan disalahgunakan sebagai bahan isian vape yang dapat menyasar kalangan anak muda.

"Ketamin itu yang biasanya diisi untuk isian vape. Kita bisa tangkap 1,3 ton. Itu berapa juta vape yang mau dipakai untuk fly untuk anak-anak muda sekarang bisa kita gagalkan," ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketamin pada dasarnya merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis sebagai anestesi atau obat bius. Namun, masuknya ketamin secara ilegal dapat menimbulkan ancaman serius apabila disalahgunakan.

Sulistio menambahkan, pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa ancaman peredaran narkotika masih harus diwaspadai bersama, termasuk di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan PKKMB Universitas Bandung, BNNP Jawa Barat berharap edukasi mengenai bahaya narkotika dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

"Jadi bandar narkoba sekali tangkap langsung seumur hidup," tegasnya.

Ia berharap Universitas Bandung dapat terus menjaga lingkungan akademiknya agar tidak menjadi tempat berkembangnya peredaran narkotika.

Sulistio juga mengajak seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan universitas, dosen, tenaga pendidik hingga mahasiswa, untuk bersama-sama melakukan pencegahan.

Dengan adanya sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan, BNNP Jawa Barat berharap upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa, dapat semakin diperkuat di Jawa Barat.