digoNEWS

Cucun Dorong Universitas Bandung Siapkan Lulusan untuk Industri 4.0

Sabtu, 26 September 2026 pukul 14.44 WIB
37 views
Cucun Dorong Universitas Bandung Siapkan Lulusan untuk Industri 4.0

Bagikan artikel:

DigoID, — Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong Universitas Bandung memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya mencetak sarjana, tetapi juga harus membuka akses dan jejaring agar lulusan memiliki arah karier yang jelas.

Hal itu disampaikan Cucun saat menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung Tahun Akademik 2026/2027 di Yayasan Habibi Bina Cendikia, Kampung Babakan Mundel, Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Cucun mengatakan komitmen pemerintah dan DPR terhadap akses pendidikan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas serta relevansi pendidikan tinggi. Menurutnya, kebijakan pendidikan tidak hanya berbicara soal kesempatan masuk perguruan tinggi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki bekal menghadapi dunia kerja.

“Kita apresiasi semua tadi dari sambutan Pak Sekjen Diktisaintek, kemudian Wakil Ketua Komisi 10. Terhadap komitmen antara pemerintah dengan DPR untuk betul-betul anak-anak bangsa ini bisa berkuliah dengan format yang diharapkan seperti yang disampaikan Presiden,” kata Cucun.

Ia menyebut pemerintah memiliki komitmen menghadirkan negara dalam seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Namun, menurutnya, penerapan kebijakan pendidikan gratis tidak dapat dilakukan sekaligus dan membutuhkan tahapan.

“Presiden ingin pendidikan dari mulai pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi itu negara hadir. Walaupun tidak dikatakan semua pendidikan gratis itu bisa dijalankan secara cepat, pasti akan ada tahapannya dulu,” ujarnya.

Di tingkat perguruan tinggi, Cucun meminta Universitas Bandung membangun sistem pendidikan yang kompetitif dan terhubung dengan kebutuhan industri. Mahasiswa yang masuk tidak hanya ditargetkan menyelesaikan pendidikan, tetapi harus memiliki kompetensi yang relevan setelah lulus.

“Masuk di Universitas Bandung ini betul-betul harus kompetitif dan lulusannya itu harus betul-betul ada output-nya, lapangan kerjanya sudah ada,” kata Cucun.

Ia mendorong konsep upskilling menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama kuliah, kata dia, harus menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan menghadapi perubahan kebutuhan industri.

“Jangan sampai nanti sudah keluar dari perguruan tinggi, dari Universitas Bandung ini, tanpa jelas arah mau ke mana,” ujarnya.

Untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri, Cucun mengatakan pihaknya akan melibatkan Kementerian Perindustrian. Salah satu agenda yang akan didorong adalah pembahasan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan industri 4.0.

“Kita juga nanti akan undang Wakil Menteri Perindustrian. Bagaimana mahasiswa yang sudah siap menghadapi era industri 4.0,” katanya.

Menurut Cucun, tantangan tersebut berlaku lintas bidang studi. Mahasiswa teknik, kesehatan maupun bidang lainnya harus memiliki kemampuan yang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor industri.

Karena itu, ia meminta pengelola Universitas Bandung dan Yayasan Habibi Bina Cendikia tidak hanya fokus pada proses akademik. Jejaring dengan dunia usaha dan berbagai sektor industri perlu diperkuat agar lulusan memiliki akses terhadap lapangan pekerjaan.

“Para pengelola di Universitas Bandung ini termasuk Yayasan Habibi Bina Cendikia harus siap bagaimana membuat, membuka jejaring supaya lulusannya bisa diterima di berbagai sektor,” kata Cucun.

Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak berhenti pada jumlah mahasiswa yang diterima atau lulusan yang dihasilkan. Ukuran lainnya adalah seberapa jauh kompetensi lulusan dapat menjawab kebutuhan dunia kerja dan perubahan industri.

Dorongan tersebut disampaikan bersamaan dengan dimulainya tahun akademik baru Universitas Bandung serta proses alih kelola perguruan tinggi tersebut.