digoNEWS

Alih Kelola Universitas Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal: Jangan Berpikir Pendidikan Itu Profit

Sabtu, 26 September 2026 pukul 14.39 WIB
43 views
Alih Kelola Universitas Bandung, Cucun Ahmad Syamsurijal: Jangan Berpikir Pendidikan Itu Profit

Bagikan artikel:

DigoID, - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola Universitas Bandung setelah sebelumnya terjadi persoalan dalam pengelolaan perguruan tinggi tersebut. Ia menegaskan dunia pendidikan tidak boleh dikelola dengan orientasi mencari keuntungan.

Hal itu disampaikan Cucun saat menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola sekaligus pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung Tahun Akademik 2026/2027 di Yayasan Habibi Bina Cendikia, Kampung Babakan Mundel, Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Cucun, persoalan yang terjadi sebelumnya berkaitan dengan tata kelola perguruan tinggi, termasuk adanya dugaan moral hazard serta ketidaksesuaian antara senat dan unsur akademik.

“Pada awalnya dulu karena mungkin tata kelola, ada yang terjadi biasa kalau di program tinggi ada moral hazard, kemudian juga ketidaksesuaian antara senat dengan akademik,” kata Cucun.

Ia mengatakan proses alih kelola menjadi momentum untuk menata kembali pengelolaan Universitas Bandung. Namun, pembenahan tersebut membutuhkan kesamaan persepsi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Nah kalau sekarang lagi ditata semuanya, insyaallah, walaupun misalkan ini harus betul-betul menyamakan persepsi semua,” ujarnya.

Cucun mengingatkan seluruh pihak agar tidak menempatkan perguruan tinggi semata sebagai lembaga yang berorientasi profit. Menurut dia, tujuan utama pendidikan tetap mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi yang berkualitas.

“Jangan ada satupun dalam dunia pendidikan mau berpikir bahwa ini profit. Dunia pendidikan itu betul-betul kita punya tujuan mencetak anak-anak bangsa ini, mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Ia menilai orientasi mencari keuntungan dapat mengganggu tujuan pendidikan apabila menjadi dasar utama dalam pengelolaan perguruan tinggi.

“Kalau misalkan sudah berpikir mau cari untung atau segala macam, pasti yang namanya dunia pendidikan tidak akan benar,” kata Cucun.

Di sisi lain, Cucun memastikan akses pendidikan melalui skema beasiswa tetap menjadi bagian dari pengembangan Universitas Bandung. Ia menyebut dukungan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah masih tersedia bagi mahasiswa.

“Masih banyak beasiswa, kehadiran negara melalui KIP Kuliah juga banyak. Yang reguler juga banyak,” ujarnya.

Selain KIP Kuliah, menurut Cucun, terdapat sejumlah skema pembiayaan pendidikan lain yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk pihak swasta.

“Termasuk skema-skema beasiswa lain, termasuk beasiswa dari Freipad, dari swasta juga banyak yang kita hadirkan di Universitas Bandung,” katanya.

Penataan tata kelola dan keberlanjutan akses beasiswa menjadi bagian dari proses pengelolaan Universitas Bandung setelah penyerahan SK alih kelola. Cucun menekankan, kesamaan tujuan seluruh unsur penyelenggara pendidikan diperlukan agar perguruan tinggi tersebut tetap berfokus pada pengembangan mahasiswa dan pelaksanaan fungsi pendidikan.