Karang Taruna Kabupaten Bandung Didorong Jadi Motor Ekonomi Pemuda

Bagikan artikel:
DigoID, – Karang Taruna Kabupaten Bandung didorong tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar aktif ketika perayaan 17 Agustus. Organisasi kepemudaan ini dituntut lebih nyata menjadi bagian dari solusi persoalan sosial sekaligus membuka ruang ekonomi bagi pemuda di tingkat desa dan kecamatan.
Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Bina Wilayah (Binwil) dan Talkshow Karang Taruna Kabupaten Bandung di Gedung Budaya Soreang (GBS), Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-66 Karang Taruna yang jatuh pada Sabtu (26/9/2026). Perwakilan pengurus Karang Taruna dari desa dan kecamatan se-Kabupaten Bandung hadir dalam kegiatan tersebut bersama Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung Ruli Yuliana mengatakan, Binwil kali ini sengaja dikemas berbeda. Jika biasanya pembinaan dilakukan dengan mendatangi kecamatan, tahun ini pengurus desa dan kecamatan dikumpulkan di tingkat kabupaten.
Menurut Ruli, momentum tersebut sekaligus digunakan untuk menyamakan pemahaman mengenai aturan baru yang menjadi pijakan organisasi.
"Hari ini kita telah lahir Permensos Nomor 9 Tahun 2025. Ini perlu disampaikan kepada teman-teman Karang Taruna desa dan kecamatan," kata Ruli.
Selain Permensos, pengurus juga mendapatkan pemahaman mengenai peraturan organisasi yang baru. Ruli menilai hal itu penting karena aktivitas Karang Taruna ke depan harus berjalan sesuai regulasi.
"Langkah gerak kita tentunya tidak akan keluar dari regulasi, Permensos yang mengikat kita, juga ada peraturan organisasi yang memang harus kita lakukan," ujarnya.
Namun, pembenahan organisasi bukan satu-satunya target Binwil. Karang Taruna Kabupaten Bandung juga ingin menggali potensi pemuda di desa dan kecamatan agar tidak berhenti sebagai aktivitas internal organisasi.
Ruli mencontohkan Karang Taruna Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, yang berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi Karang Taruna di tingkat desa sebenarnya cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa dimunculkan dan memberi dampak bagi masyarakat.
"Teman-teman desa dan kecamatan saya sangat yakin potensinya sudah sangat luar biasa, tinggal bagaimana hal ini bisa ditampilkan," katanya.
Ruli berharap capaian Karang Taruna Ciwidey bisa menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan Karang Taruna bukan sekadar jumlah pengurus ataupun atribut organisasi.
"Saya ingin kehadiran Karang Taruna bukan hanya pengurusnya banyak, bajunya bagus, tapi Karang Taruna hadir menjadi solusi dari semua permasalahan sosial yang ada di wilayah masing-masing," tegas Ruli.
Dorong Ekonomi Pemuda
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, Binwil memiliki beberapa fungsi yang harus diperkuat. Salah satunya memastikan organisasi Karang Taruna di tingkat desa dan kecamatan benar-benar aktif.
"BINWIL Karang Taruna ini diselenggarakan, mereka mengevaluasi pertama untuk keorganisasian, apakah keorganisasian ini masih aktif atau tidak," ujar Dadang.
Fungsi lainnya adalah mendorong usaha ekonomi produktif. Menurut Dadang, Karang Taruna memiliki posisi strategis karena banyak anggotanya berada pada usia produktif.
"Yang kedua, Binwil itu juga untuk usaha ekonomi produktif, karena mayoritas generasi milenial ini usia-usia produktif. Maka di sini peranan Karang Taruna dibutuhkan," katanya.
Selain ekonomi, Dadang menyebut kegiatan sosial tetap menjadi bagian penting dari peran Karang Taruna. Mulai dari bakti sosial, gotong royong hingga donor darah.
Namun, ia berharap aktivitas tersebut berkembang lebih jauh. Momentum ulang tahun ke-66 dinilai sebagai kesempatan untuk memperkuat kontribusi Karang Taruna dalam pembangunan daerah.
Dadang juga menyoroti keberhasilan Karang Taruna Desa Ciwidey yang mampu berkembang hingga tingkat nasional.
Ia menyebut capaian itu sebagai hasil pembinaan yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan pengurus Karang Taruna.
Keberhasilan tersebut, kata Dadang, sekaligus membantah anggapan bahwa Karang Taruna hanya aktif dalam kegiatan perayaan tertentu.
"Untuk menghilangkan kesan bahwa Karang Taruna itu hanya Agustusan saja. Nah, ternyata di Kabupaten Bandung sudah berhasil, sudah ekspansi dan sudah bergeser kepada lebih maju lagi," ujarnya.
Karena itu, Dadang meminta Karang Taruna memperkuat komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya agar program yang dimiliki pemerintah bisa disinergikan dengan kebutuhan pemuda di lapangan.
"Saya tadi menyampaikan kepada Ketua Karang Taruna untuk silakan berkomunikasi dengan OPD-OPD kita. Ada relevansi antara program-program yang ada di Pemerintah Kabupaten Bandung dengan kondisi dan keinginan di lapangan," katanya.
Kolaborasi tersebut diarahkan pada dua kebutuhan utama, yakni peningkatan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi.
Dengan demikian, Karang Taruna tidak hanya menjadi organisasi kepemudaan di tingkat lokal, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menjawab persoalan sosial dan membuka peluang produktif bagi generasi muda.
Peringatan 66 tahun Karang Taruna pun tidak sekadar menjadi seremoni ulang tahun. Forum Binwil dan talkshow tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi organisasi, memperkenalkan regulasi baru, sekaligus mendorong agar potensi pemuda di setiap desa dan kecamatan lebih terlihat dan berdampak bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Baca juga artikel menarik lainnya






