Begini Reaksi Tubuh Jika Mengonsumsi Nitrogen Cair
Selasa, 17 Januari 2023 19:00
Reporter : Antara
Dok ant.
JAKARTA -- Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Muzal Kadim, SpA(K) menyatakan dampak yang bisa terjadi pada tubuh jika nitrogen dalam bentuk cair tertelan, salah satunya perut kembung.
"Kalau 1 mililiter menjadi 700 mililiter, kalau secara cepat masuk ke lambung, menguap menjadi 700 mililiter, kapasitas lambung kan kecil ya. Paling-paling enggak sampai 100 mililiter. Kalau langsung mengembang secara cepat, perut jadi kembung," ungkapnya pada Selasa, 17 Januari 2023.
Bukan hanya kembung, seseorang yang menelan nitrogen cair pun bisa mengalami sakit perut hebat, rasa begah, hingga muntah. Dalam kondisi yang lebih berat, bisa juga mengakibatkan kebocoran lambung atau perforasi lambung.
Melansir Heathline, seseorang dengan perforasi lambung umumnya merasa nyeri yang memburuk ketika menyentuh atau meraba area lambung, maupun saat bergerak.
"Pasien juga bisa mengalami gejala peritonitis seperti kelelahan, buang air kecil, tinja, atau gas lebih sedikit, sesak napas, detak jantung yang cepat dan pusing. Ini dikatakan termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan perawatan medis segera karena dapat mengancam jiwa," tuturnya.
Muzal menjelaskan nitrogen pada dasarnya zat yang tidak berbahaya, tidak berbau, berasa dan berwarna. Zat tersebut bisa dipadatkan sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk cair dengan suhu minus 196 derajat untuk digunakan dalam pengolahan dan penyajian makanan.
Lebih lanjut, nitrogen cair dapat menguap secara cepat sehingga dapat membentuk gas seakan efek mengebul. Makanan-makanan tertentu yang disajikan dengan zat ini seolah-olah mempunyai sensasi mengeluarkan asap.
"Selama dipakai dalam hal sesuai tidak masalah, hanya sebagai bahan untuk pendingin. Tapi kalau bahan cairnya tertelan, itu akan menimbulkan masalah," ujarnya.
Maka dari itu, perlu ada pengelolaan yang baik terkait nitrogen cair ini. Pun bagi orang yang mengelola zat karena dia berisiko terkena luka dingin apabila melakukan kontak terlalu lama tanpa menggunakan pelindung.
"Cara penyimpanan tidak boleh di ruang tertutup yang tidak kuat, dia (nitrogen) bisa mengembang dengan cepat bahkan meledak," tuturnya.
Nitrogen cair belakangan ini menjadi perbincangan publik, usai adanya kasus chiki ngebul atau jajanan dengan uap yang dihasilkan melalui proses penggunaan nitrogen cair dalam penyajiannya. Kementerian Kesehatan sendiri dalam pernyataan resminya, pada 12 Januari 2023 menerima total 10 kasus dengan gejala keracunan pangan akibat mengonsumsi chiki ngebul. (ant)