digoNEWS

Bandung Lagi Dingin-Dinginnya, Suhu Bisa Tembus 16 Derajat! BMKG Ungkap Penyebabnya

Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 05.42 WIB
65 views
Bandung Lagi Dingin-Dinginnya, Suhu Bisa Tembus 16 Derajat! BMKG Ungkap Penyebabnya

Bagikan artikel:

DigoID, - Kalau belakangan ini warga Bandung merasa pagi makin susah lepas dari selimut, ternyata itu bukan sekadar perasaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memastikan Kota Bandung memang sedang mengalami puncak musim kemarau yang memicu fenomena bediding, membuat suhu udara turun hingga kisaran 16,4 hingga 17 derajat Celsius pada malam sampai menjelang pagi.

Suhu dingin itu diperkirakan masih akan bertahan hingga Agustus 2026, sehingga warga diminta mulai mengantisipasi dampaknya terhadap kesehatan.

BMKG menjelaskan, penyebab utama udara terasa jauh lebih dingin adalah kondisi langit yang hampir tanpa awan selama musim kemarau.

Saat malam hari, awan biasanya berfungsi menahan panas yang dipancarkan permukaan bumi. Namun ketika langit bersih, panas tersebut langsung terlepas ke atmosfer sehingga suhu udara turun drastis menjelang dini hari.

"Langit yang cerah membuat panas bumi lebih cepat lepas ke luar angkasa. Dampaknya, suhu udara pada malam hingga pagi hari menjadi jauh lebih rendah dibandingkan biasanya," jelas BMKG Jawa Barat.

Selain itu, kondisi ini diperkuat oleh fenomena bediding, yang umum terjadi saat puncak musim kemarau di Pulau Jawa.

Fenomena tersebut dipicu oleh hembusan angin muson dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering menuju wilayah Indonesia. Kombinasi udara kering dan minim awan membuat udara pagi terasa lebih menusuk, terutama di kawasan pegunungan.

Faktor geografis juga ikut berperan. Bandung berada di kawasan cekungan yang dikelilingi pegunungan dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut. Lokasi ini memang secara alami memiliki suhu lebih rendah dibandingkan daerah dataran rendah.

Tak heran, pada dini hari hingga matahari terbit, udara di sejumlah wilayah Bandung terasa lebih dingin dibanding hari-hari biasa.

BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan selama puncak musim kemarau belum berakhir.

Masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh agar tetap fit, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

"Warga sebaiknya menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari serta memperbanyak minum air hangat agar kondisi tubuh tetap terjaga," imbau BMKG.

Meski identik dengan cuaca cerah, musim kemarau kali ini membawa konsekuensi lain berupa penurunan suhu yang cukup signifikan. Bagi warga Bandung, jaket tebal dan secangkir minuman hangat tampaknya masih akan menjadi teman setia hingga setidaknya akhir Agustus.