digoLIFE

Band Indie Kuasai Telinga Gen Z, dari For Revenge hingga The Panturas

Minggu, 7 Juni 2026 pukul 09.30 WIB
60 views
Band Indie Kuasai Telinga Gen Z, dari For Revenge hingga The Panturas

Bagikan artikel:

DigoID, – Peta musik anak muda Indonesia berubah. Di tengah gempuran musik global dan K-pop, sejumlah band lokal justru berhasil merebut perhatian Generasi Z melalui lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari patah hati, tekanan hidup, hingga keresahan anak muda.

Band-band indie kini mendominasi playlist Gen Z. Genre pop, folk, hingga rock alternatif menjadi warna yang paling banyak dikonsumsi karena dianggap lebih relevan dengan pengalaman generasi muda saat ini.

Salah satu nama yang paling menonjol adalah For Revenge. Band asal Bandung itu dikenal lewat lagu-lagu bernuansa emo dan tema patah hati yang kuat. Karya mereka kerap menjadi soundtrack unggahan galau di berbagai platform media sosial.

Di jalur berbeda, Perunggu sukses menarik perhatian lewat lirik yang membahas realitas kehidupan pekerja muda. Lagu-lagu mereka banyak menggambarkan tekanan pekerjaan, rutinitas harian, hingga pencarian makna hidup yang dekat dengan pengalaman generasi usia 20-an.

Sementara itu, The Panturas menawarkan warna yang lebih ceria. Band surf rock asal Jatinangor tersebut dikenal lewat musik yang energik dan lirik jenaka. Penampilan mereka juga menjadi salah satu yang paling ditunggu dalam berbagai festival musik yang banyak dihadiri kalangan muda.

Fenomena menarik juga terjadi pada MALIQ & D'Essentials. Meski bukan band baru, grup musik yang telah berkarier lebih dari dua dekade itu kembali populer di kalangan Gen Z. Lagu-lagu mereka banyak digunakan sebagai latar video pendek di TikTok, membuat karya lama maupun baru kembali dikenal generasi yang lebih muda.

Selain band, nama seperti Enau dan Nadhif Basalamah juga menjadi langganan playlist anak muda Indonesia. Lagu-lagu mereka identik dengan tema refleksi diri, percintaan, dan kegelisahan personal yang mudah diterima pendengar usia remaja hingga dewasa muda.

Pengamat tren musik menilai keberhasilan para musisi tersebut tidak lepas dari kemampuan mereka menghadirkan lirik yang terasa personal. Ketika banyak lagu populer mengandalkan produksi megah, musisi indie justru menawarkan cerita yang dianggap lebih jujur dan dekat dengan kehidupan pendengarnya.

Media sosial menjadi faktor penting dalam lonjakan popularitas tersebut. Potongan lagu yang viral di TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts mampu mempercepat penyebaran karya musisi lokal tanpa harus bergantung pada jalur promosi konvensional.

Akibatnya, panggung-panggung festival musik kini semakin banyak dipenuhi band indie lokal. Kehadiran mereka bukan lagi sekadar alternatif, melainkan menjadi arus utama baru yang mendominasi selera musik Gen Z di Indonesia.